Buktikan yang terhebat lewat debat

Kamis, 5 Desember 2013 08:02 Reporter : Pandasurya Wijaya
Buktikan yang terhebat lewat debat Mahmud Ahmadinejad bertemu presiden Iran terpilih Hassan Rouhani. huffingtonpost.co.uk ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Iran Hassan Rouhani dikenal sebagai sosok ulama yang rasional. Menurut salah satu tim negosiasi Timur Tengah di Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, David Makovsky, presiden yang baru terpilih Agustus lalu itu merupakan sosok elit yang tidak ingin mengucilkan negerinya di tengah sistem internasional. Itu artinya dia tidak rela jika harus menanggung beban sanksi internasional.

Bagi sosok seperti Rouhani, keberlangsungan rezim di bawah pemerintahannya harus dipertahankan dengan menjalin hubungan dengan dunia internasional, termasuk bantuan dana bagi perkembangan ekonomi Iran.

Mantan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad berang dengan Rouhani karena dia disalahkan atas keterpurukan ekonomi Iran. Puncaknya, Ahmadinejad menyerukan debat terbuka kepada Rouhani.

Stasiun televisi Bloomberg melaporkan, Rabu (4/12), Ahmadinejad sengaja mengajak berdebat Rouhani dalam seratus hari kepemimpinan untuk membandingkan saat dirinya menjabat dulu.

Rouhani sebelumnya juga menyebut Ahmadinejad biang keladi sanksi internasional, melonjaknya inflasi negara, dan penurunan nilai mata uang.

Ahmadinejad sudah mengirim surat kepada Rouhani dan mengatakan kritik Rouhani itu tidak beralasan. "Saya berniat masih bungkam demi negara," Ahmadinejad menuliskan di surat itu.

Namun bungkamnya Ahmadinejad rupanya sudah di ambang batas. Dengan niat demi menghormati permintaan pelbagai kelompok termasuk para ahli ekonomi dan politik dia akhirnya mengajak Rouhani berdiskusi langsung agar bisa memberikan klarifikasi. Dia mengatakan harus memilih tempat yang betul-betul netral jauh dari intervensi pihak mana pun.

Dalam pidatonya di televisi Rouhani mengatakan pemerintah mewarisi hutang Rp 801,6 triliun dari pemerintahan Ahmadinejad.

Padahal Negeri Mullah itu telah mendatangkan devisa negara Rp 7.179 triliun dari minyak saat Ahmadinejad menjadi presiden ketika banyak negara mengembargo minyak dari Iran.

Penasihat Rouhani, Akbar Torkan mengatakan pihaknya menyambut tawaran debat dari Ahmadinejad. "Selama dia mau mengatakan yang sebenarnya kami akan layani," kata Torkan. [fas]

Topik berita Terkait:
  1. Iran
  2. Mahmud Ahmadinejad
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini