Bukti dianggap cukup, hakim Malaysia putuskan sidang Siti Aisyah dilanjutkan

Kamis, 16 Agustus 2018 13:50 Reporter : Ira Astiana
Bukti dianggap cukup, hakim Malaysia putuskan sidang Siti Aisyah dilanjutkan Siti Aisyah. ©2017 REUTERS/Lai Seng Sin

Merdeka.com - Pengadilan Tinggi Malaysia memutuskan untuk melanjutkan sidang WNI Siti Aisyah dan warga Vietnam Doan Thi Huong atas kasus pembunuhan saudara tiri Kim Jong-un, Kim Jong-nam.

Putusan tersebut jatuh sebab pengadilan mengklaim telah menemukan bukti cukup untuk menjerat kedua tersangka. Jaksa negara juga berpendapat bahwa keduanya merupakan pembunuh terlatih yang tahu persis apa yang mereka lakukan.

Dilansir dari laman Channel News Asia, Kamis (16/8), pengadilan menjadikan rekaman CCTV sebagai bukti. Dalam rekaman, terlihat Huong yang mengoleskan sesuatu ke wajah Kim dan kemudian diidentifikasi sebagai racun agen saraf VX. Sisa-sisa racun juga ditemukan pada pakaiannya.

Meski demikian tim pengacara berkeras bahwa keduanya dikambing hitamkan oleh pihak berwenang karena tidak bisa menangkap pelaku sebenarnya, yakni empat warga Korea Utara yang merekruk Aisyah dan Huong melakukan aksi itu.

Tim pengacara juga menilai pengadilan putus asa untuk mendapat semacam keyakninan hingga memaksakan bukti-bukti yang ada.

Terlepas dari segala bukti yang memberatkan klien mereka, para pengacara yakin bahwa keduanya bisa dibebaskan dari tuntutan pembunuhan.

Sebagaimana diketahui, Aisyah dan Huong dituduh membunuh Kim pada 13 Februari 2017 lalu di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Saat itu Kim sedang menunggu penerbangan ke Makau.

Aisyah dan Huong mengaku dijebak oleh orang tak dikenal yang meminta mereka bergabung dalam sebuah acara 'reality show' berupa prank atau jebakan lucu-lucuan. Keduanya menegaskan tidak tahu bahwa benda yang dioleskan ke wajah Kim adalah racun mematikan yang bisa menghilangkan nyawa seseorang dalam sekejap.

Sementara itu, dimintai keterangan secara terpisah Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana mengaku menyayangkan putusan tersebut namun tetap menghargai segala keputusan hakim.

Selanjutnya, pihak Indonesia akan terus melakukan pendampingan terhadap tersangka hingga kasus ini berakhir.

"Kami merasa sedih dan kecewa. Tetapi kita tetap harus menghormati jalannya sidang yang digelar hakim," ungkapnya.

"Terlepas dari itu semua, kami sejak awal sudah menunjuk pengacara di bawah koordinasi Kementerian Luar Negeri RI, dan kita sudah membentuk tim asistensi. Selanjutnya dengan segala upaya, termasuk SDM, kita akan mendampingi Siti Aisyah," tambahnya. [frh]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini