Buat yang Masih Bingung, Ini Penjelasan Sederhana Tentang Perang di Afghanistan

Sabtu, 22 Desember 2018 07:38 Reporter : Pandasurya Wijaya
Buat yang Masih Bingung, Ini Penjelasan Sederhana Tentang Perang di Afghanistan Pasukan Militer AS di Afghanistan. ©2018 Getty Images

Merdeka.com - Perang di Afghanistan sudah berlangsung selama 18 tahun dan belum ada tanda-tanda akan berakhir.

Bagi mereka yang masih bingung dengan perang yang sudah menewaskan 2.400 tentara AS ini, berikut penjelasan sederhananya:

Dikutip dari laman the New York Times, Jumat (21/12), pemerintahan Afghanistan yang didukung AS saat ini adalah yang terburuk dari sebelumnya. PBB mengatakan paruh pertama tahun ini adalah masa yang paling mematikan dari perang ini dengan 1.692 warga sipil tewas. Dan kelompok militan Taliban kini menguasai wilayah lebih banyak dari ketika perang ini dimulai pada 2001.

Mengapa militer AS masih bercokol?

Presiden George W Bush melancarkan serangan rudal pertama pada Oktober 2001, sebulan setelah peristiwa serangan 11 September di New York dan Washington. Tujuan dari serangan AS adalah untuk menghancurkan kelompok AL Qaidah dan pemerintahan Taliban yang melindungi mereka. AS juga ini memastikan Afghanistan tidak menjadi negara sarang teroris.

Tujuh belas tahun kemudian Taliban menjadi lebih kuat dari seblumnya dan mereka memerangi pemerintahan Afghanistan serta pasukan AS. Bahkan Al Qaidah yang dikatakan sudah musnah tahun lalu kini bangkit kembali.

militan taliban di afghanistan

militan taliban di afghanistan ©AP/Allauddin Khan

Pada 2014 Pentagon menyatakan mengakhiri operasi militer AS di Afghanistan. Tapi sejak itu sejumlah kecil tentara AS masih bercokol untuk melatih pasukan Afghanistan menghadapi kelompok militan seperti ISIS.

Pada 2017, atas permintaan Jim Mattis, yang kemarin baru saja mengumumkan pengunduran diri dari jabatan menteri pertahanan, sekitar 4.000 personel tentara AS diturunkan dengan harapan untuk mengakhiri perang dan menyiapkan pasukan Afghan pada saat militer AS sudah ditarik mundur.

Kini serangan udara AS adalah yang terbanyak sejak perang ini dimulai. Presiden Donald Trump mengumumkan AS akan menarik separuh pasukannya yang kini berjumlah 14.000 prajurit.

Siapa Taliban?

Taliban menguasai sebagian besar wilayah Afghanistan sejak 1996 hingga 2001. Mereka berambisi mendirikan negara Islam yang antidemokrasi.

Operasi militer AS menggulingkan Taliban dari tampuk kekuasaan tapi mereka tidak sepenuhnya habis. Kelompok militan ini mengumpulkan kembali kekuatan dan saat ini menguasai sekitar 40 persen wilayah Afghanistan.

Militer AS memperkirakan ada sekitar 20 ribu hingga 40 ribu personel aktif Taliban. Sementara militer Afghan dan polisi berjumlah sekitar 350 ribu.

Bagaimana dengan pembicaraan damai?

Taliban menolak bertemu dengan pemerintahan Afghan yang sejak awal adalah bikinan AS. Mereka baru mau bertemu jika ada perjanjian pasukan AS akan meninggalkan Afghan dan para tawanan Taliban dibebaskan serta bagaimana nasib para pemimpin mereka.

Namun perwakilan Taliban sudah bertemu dengan perwakilan AS dan pertemuan pekan ini di Dubai dikatakan sebagai pembahasan damai paling penting sejauh ini.

Bagaimana pendekatan Presiden Trump terhadap Afghanistan?

Sampai pekan ini sebetulnya tidak ada yang berbeda antara masa kepemimpinan Presiden Barack Obama dan Presiden Trump. Keduanya masih mengandalkan kekuatan militer dan tekanan diplomatik kepada Pakistan untuk menyingkirkan para militan.

Pemerintahan Trump mendesak pasukan Afghanistan untuk mundur dari kawasan terpencil yang saat ini dikuasai Taliban. Mereka diminta lebih fokus untuk mengamankan perkotaan. Kebijakan itu sama seperti yang pernah dilakukan Obama dan Bush.

Trump tampaknya sudah tidak sabar dengan perang berkepanjangan ini dan dia ingin menarik mundur pasukan AS. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini