Bocoran WikiLeaks soal Saudi: 'Gulingkan rezim Suriah, main cantik dengan Rusia'

Senin, 16 April 2018 07:09 Reporter : Pandasurya Wijaya
Bocoran WikiLeaks soal Saudi: 'Gulingkan rezim Suriah, main cantik dengan Rusia' AS bom Suriah. ©2018 REUTERS/Omar Sanadiki

Merdeka.com - Beberapa jam setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Suriah Jumat lalu sebagai respons atas dugaan penggunaan senjata kimia, WikiLeaks kembali mempublikasikan bocoran kawat diplomatik Arab Saudi tentang konflik Suriah. Tujuan jangka panjang Saudi di Suriah adalah pergantian rezim dengan 'segala cara yang ada'.

Menurut bocoran dari dokumen internal pemerintah Saudi itu, tujuan pergantian rezim Suriah harus dicapai meski Amerika Serikat tampaknya 'kurang berminat' karena ada potensi konflik dengan Rusia.

Sudah bukan rahasia lagi, Arab Saudi bersama sekutunya di Teluk dan negara Barat punya peran langsung dalam konflik Suriah. Dan sudah tidak diragukan lagi campur tangan Rusia dalam mendukung rezim Basyar al-Assad membuat perubahan drastis hitung-hitungan Saudi dalam upaya pergantian rezim di Suriah sejak 2011.

Mohammed bin Salman 2018 Merdeka.com



Kawat diplomatik Saudi yang pernah dirilis pada musim semi 2015 kini buat pertama kali sudah diterjemahkan sepenuhnya. Dalam kawat itu terlihat apa yang paling ditakutkan Saudi dalam tahun-tahun awal konflik Suriah: campur tangan Rusia dan pembalasan Suriah. Ketakutan ini membuat Kerajaan Saudi saat itu memerintahkan media-media mereka untuk 'tidak menentang orang Rusia dan menghindari mencela orang Rusia'.

Sekutu AS seperti Saudi dan Israel sudah lama bekerja sama untuk menciptakan kondisi yang bisa membuat AS mengerahkan kemampuan militer buat menjatuhkan Assad.

Terlebih lagi dalam lawatannya ke AS beberapa waktu lalu, Putra Mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mengatakan tidak ingin AS menarik mundur pasukan dari Suriah seperti yang hendak dilakukan Presiden Trump.

bocoran kawat diplomatik saudi zerohedge.com



Dilansir dari laman Foreign Policy Journal, Saudi belakangan salah perhitungan dengan posisi Rusia yang mendukung pemerintahan Assad. Dalam pikiran Saudi, seperti tertuang dalam kawat diplomatik yang bocor itu, pergantian rezim Assad masih bisa dicapai selama Rusia tetap tidak terlibat jauh dalam konflik yang sudah berlangsung tujuh tahun ini.

"Berkaitan dengan krisis di Suriah, Kerajaan (Saudi) berkukuh dengan posisinya dan tidak ada alasan lagi untuk mundur. Yang harus ditekankan jika rezim Suriah berhasil melewati krisis Suriah maka langkah yang harus dilakukan adalah membalas negara-negara yang mendukung Suriah. Jika kekejaman dan kebrutalan rezim ini terus berlangsung tanpa ada tanda-tanda mereda maka situasinya akan menjadi sangat berbahaya bagi Kerajaan dan dengan begitu penggulingan rezim berkuasa di Suriah saat ini harus dilakukan dengan segala cara," demikian cuplikan bocoran kawat Saudi itu. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini