Bocoran Dokumen Ungkap Peran Partai Komunis China dalam Kamp Penahanan Muslim

Senin, 25 November 2019 15:54 Reporter : Hari Ariyanti
Bocoran Dokumen Ungkap Peran Partai Komunis China dalam Kamp Penahanan Muslim Kamp Muslim Uighur di Xinjiang. ©REUTERS/Thomas Peter

Merdeka.com - Bocoran dokumen diduga disusun Partai Komunis China (CCP) yang berkuasa mengungkapkan mekanisme internal yang mengatur jaringan kamp-kamp yang digunakan sebagai tempat penahanan 1 juta Muslim di Provinsi Xinjiang.

Kamp-kamp harus mematuhi aturan ketat mulai dari kontrol fisik dan mental, indoktrinasi politik, protokol keamanan, kerahasiaan yang ketat dan "pelatihan keterampilan tenaga kerja" untuk para tahanan, menurut China Cables, sebuah bocoran dokumen rahasia yang diterbitkan Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ) yang berbasis di Washington pada hari Minggu.

Pemerintah China menyebut dokumen tersebut berita hoaks dan produk buatan. Kendati awalnya membantah keberadaan kamp, pejabat Beijing mengubah pernyataannya dan mengklaim kamp tahanan tersebut bertujuan untuk transformasi pendidikan dan pelatihan kejuruan, sebagai upaya melawan terorisme. Demikian dilansir dari laman TIME, Senin (25/11).

Namun isi dokumen - beberapa di antaranya ditandatangani atas nama Zhu Hailun, pejabat tinggi keamanan dan Wakil Ketua Partai Komunis di Xinjiang - mencerminkan hasil temuan TIME yang secara independen melakukan wawancara dengan mantan tahanan kamp dan anggota keluarga mereka.

Orynbek Koksebek (39), ditahan pada November 2017 setelah pihak berwenang menudingnya sebagai pembelot karena mengajukan dua kewarganegaraan dengan negara tetangga Kazakhstan. Dia mengaku dipaksa belajar bahasa Mandarin dan dicekoki propaganda tentang kejayaan Partai Komunis China di bawah kekuasaan Presiden Xi Jinping.

Pada salah satu pemeriksaan, dia dilempar ke dalam sebuah lubang bawah tanah, disiram air dingin dan disiksa. Orynbek tak henti-henti mengalami penyiksaan dan dia pernah berniat bunuh diri. Tahanan lain dilaporkan diperkosa, disiksa, disetrum dan mengalami berbagai bentuk penyiksaan secara sistematis.

"Kapanpun kami melihat seekor burung atau seekor anjing di luar, kami iri atas kemerdekaan mereka," tuturnya kepada TIME di Almaty, Kazakhstan, di mana dia melarikan diri.

"Nasib kami rasanya tak ada akhir," lanjutnya.

Selain mengatur perlakuan tahanan di dalam kamp, China Cables juga merinci tumpukan besar data pribadi yang dikumpulkan melalui kamera pengenal wajah, pencarian manual, dan peralatan pengawasan lainnya yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi warga yang akan ditahan. Rekayasa terbalik ini dilakukan kelompok advokasi Human Rights Watch pada aplikasi keamanan Platform Operasi Gabungan Terpadu yang digunakan polisi di Xinjiang.

"Saya melihat sejumlah polisi melaporkan bahwa mereka mengindikasikan seseorang ditahan karena menjadi bagian Kelompok Studi Alquran," kata peneliti krisis Xinjiang dari Pusat Studi Asia Universitas Colorado, Darren Byler.

1 dari 1 halaman

Perintah Penangkapan

China Cables juga berisi perintah langsung untuk menangkap warga Uighur yang memiliki kewarganegaraan asing dan merepatriasi penduduk Muslim China di luar negeri melalui Kedubes dan Konjen China. Sekali lagi, ini dikuatkan oleh kesaksian saksi mata warga Uighur yang diasingkan yang mengalami ancaman dan intimidasi dari pejabat China di luar negeri yang melanggar hukum setempat dan protokol diplomatik.

Jaringan kamp Xinjiang disebut sebagai "kampanye penindasan yang mengerikan" oleh Amerika Serikat dan dikecam 22 negara di PBB. Namun, total 37 negara, termasuk banyak dengan mayoritas Muslim, membela China, yang mengindikasikan ekonomi dan kekuatan politik ekonomi nomor dua dunia pada saat saingan negara adikuasa AS menarik diri dari komitmen internasional di bawah Donald Trump.

"Semua orang takut jika mereka mengambil sikap, mereka akan menjadi satu-satunya dan kemudian mereka akan terkena imbas," kata Gene Bunin, seorang peneliti bahasa dan budaya Uighur yang berbasis di Asia Tengah.

"Karena mereka tidak mengharapkan orang lain melakukan hal yang sama," tutupnya. [pan]

Baca juga:
Aneka Penyiksaan Ini Jadi Bukti Kekejaman China Kepada Muslim Uighur
Muslim China Ungkap Perlakuan Kejam di Kamp Tahanan, Disiksa Sampai Diperkosa Massal
Bocoran Dokumen Ungkap Bagaimana China Kelola Kamp Penahanan Etnis Muslim di Xinjiang
Lewat Google Earth, Aktivis Temukan 500 Titik Diduga Kamp Konsentrasi Muslim Uighur
Bahkan Jejak Kematian Pun Disingkirkan, China Hancurkan Makam Muslim Uighur
Video Tahanan Uighur Ditutup Mata di Xinjiang Beredar di Internet

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini