Bocah Tiga Tahun Kabur Sendiri dari Afghanistan Menuju Kanada

Rabu, 15 September 2021 16:00 Reporter : Merdeka
Bocah Tiga Tahun Kabur Sendiri dari Afghanistan Menuju Kanada Keakraban Marinir AS dan anak-anak Afghanistan. ©U.S. Marine Corps/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Seorang bocah laki-laki berumur tiga tahun tiba di Toronto, tempat tinggal ayahnya, setelah melarikan diri dari Kabul sendiri lebih dari dua pekan yang lalu, menurut laporan The Globe and Mail.

Anak tersebut, yang diidentifikasi The Globe dengan nama samaran Ali demi keselamatan keluarganya di Afghanistan, tiba di Kanada hari Senin setelah 14 jam penerbangan dari Qatar.

Dia selamat dari ledakan bunuh diri dekat bandara yang menewaskan 175 orang bulan lalu namun terpisah dari ibu dan empat saudaranya yang masih berada di Afghanistan.

Anak itu menghabiskan waktu dua minggu di panti asuhan Qatar sebelum berangkat ke Kanada, ditemani seorang petugas Organisasi Migrasi Internasional (IOM) PBB.

"Saya belum tidur selama dua minggu," jelas ayahnya, yang telah tinggal di Kanada selama dua tahun, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (15/9).

Kanada, yang merupakan bagian koalisi AS yang menginvasi Afghanistan pada tahun 2001, telah berjanji untuk menampung 20.000 warga Afghanistan tahun ini.

"Warga Afghanistan telah mempertaruhkan hidupnya untuk mendukung Kanada dalam membantu warga Afghanistan mencapai demokrasi, hak asasi manusia, pendidikan, kesehatan, dan keamanan yang signifikan selama 20 tahun terakhir," jelas Menteri Luar Negeri Kanada, Marc Garneau, bulan lalu.

"Kami berhutang rasa syukur dan kami akan terus melanjutkan upaya kami untuk membawa mereka kepada keselamatan."

UNICEF memperkirakan 300 anak di bawah umur tanpa pendamping dievakuasi dari Kabul bulan lalu ke tempat penampungan di Qatar, Jerman dan negara lainnya.

Direktur Eksekutif UNICEF, Henrietta Fore segera mengidentifikasi anak di bawah umur dan menyatukan mereka dengan keluarganya. Dia menjelaskan mereka adalah "di antara anak-anak yang paling sengsara di dunia."

"Saya dapat membayangkan betapa takutnya anak-anak ini untuk tiba-tiba menemukan dirinya tanpa keluarganya selama krisis di bandara atau mereka dibawa pergi pada penerbangan evakuasi," jelasnya pekan lalu.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken bertemu dengan anak-anak Afghanistan tanpa pendamping selama kunjungannya di Pangkalan Udara Ramstein Jerman di awal bulan ini.

"Ada banyak, banyak, banyak warga Amerika ingin menyambut Anda dan menginginkan Anda untuk datang ke Amerika Serikat," ucap Blinken kepada para bocah tersebut.

Pejabat AS mengatakan negara tersebut berencana untuk menampung 50.000 pengungsi Afghanistan.

Reporter Magang: Ramel Maulynda Rachma [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini