Bocah 13 tahun diduga temukan harta karun milik raja Denmark Harald Bluetooth

Selasa, 17 April 2018 18:37 Reporter : Ira Astiana
Bocah 13 tahun diduga temukan harta karun milik raja Denmark Harald Bluetooth Harta yang diduga milik raja Denmark legendaris Harald Bluetooth. Stefan Sauer/dpa/AFP

Merdeka.com - Seorang anak 13 tahun dan arkeolog amatir menemukan harta karun di Jerman yang kemungkinan besar milik Raja Denmark legendaris, Harald Bluetooth. Harald Bluetooth merupakan seorang raja yang membawa agama Kristen ke Denmark.

Rene Schoen dan muridnya, Luca Malaschnitschenko, mencari harta karun itu di pulau Ruegen menggunakan alat detektor logam pada Januari lalu. Dari hasil penggalian, keduanya menemukan barang dari alumunium yang awalnya mereka pikir tidak berharga.

Tetapi setelah diamati lebih dekat, mereka menyadari bahwa barang itu adalah sebuah perak yang berkilauan.

Keduanya melaporkan penemuan tersebut kepada layanan arkeologi daerah. Pencarian harta karun lainnya pun kemudian diteruskan oleh para arkeolog di sekitar wilayah tersebut akhir pekan lalu.

Setelah menggali sedalam 400 meter persegi, para arkeolog menemukan berbagai benda lain yang diyakini milik raja Denmark dari dinasti Jelling yang berkuasa sekitar tahun 958 sampai 986 masehi.

Benda-benda lain yang ditemukan antara lain kalung-kalung yang dijalin, mutiara, bros, palu, cincin, dan kurang lebih 600 koin yang telah terkelupas.

"Ini adalah penemuan terbesar dari koin Bluetooth di wilayah laut Baltik selatan. Ini adalah penemuan yang sangat penting," kata seorang arkeolog, Michael Schirren, dikutip dari laman Channel News Asia, Selasa (17/4).

Dari hasil temuan itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa harta karun itu kemungkinan besar dikubur pada akhir 980-an. Periode itu adalah saat di mana Bluetooth melarikan diri ke Pommern sebelum akhirnya meninggal dunia pada tahun 987.

Bluetooth terpaksa melarikan diri setelah ada aksi pemberontakan yang dipimpin oleh putranya, Sven Gabelbart.

"Di sini kami menemukan penemuan langka yang tampaknya menguatkan sumber-sumber sejarah," ujar arkeolog Detlef Jantzen.

Meski demikian belum ada bukti yang benar-benar menyatakan barang temuan itu milik Raja Bluetooth. Sebab bisa jadi barang-barang itu milik orang-orang lain yang hidup di masa itu.

"Tidak ada bukti bahwa barang-barang ini milik Harald Bluetooth. Tapi apa yang bisa kami katakan adalah penemuan ini menunjukkan kekayaan dinasti Jelling yang luar biasa," papar profesor di Universitas Roskilde, Denmark, Brian Patrick McGuire.

"Bisa jadi itu milik orang-orang kaya dari istana yang merasa berkewajiban untuk mengubur koin dan perhiasan mereka. Masa jatuhnya Herald Bluetooth adalah masa yang sangat kacau. Mereka mungkin sengaja mengubur harta benda mereka agar bisa mengambilnya kembali saat keadaan lebih baik," tandasnya. [frh]

Topik berita Terkait:
  1. Denmark
  2. Harta Karun
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini