Blogger kecantikan Kuwait dikecam atas video rasisnya terhadap pekerja Filipina

Selasa, 24 Juli 2018 16:17 Reporter : Farah Fuadona
Blogger kecantikan Kuwait dikecam atas video rasisnya terhadap pekerja Filipina Sondo al-Qattan. Instagram/ Sondo al-Qattan

Merdeka.com - Seorang beauty blogger asal Kuwait Sondo al-Qattan mendapat kecaman dari berbagai pihak. Setelah dirinya mengunggah video yang berisi kritikan terhadap undang-undang baru di negaranya yang mengizinkan pekerja rumah tangga bisa mendapat libur sehari dalam sepekan.

Dikutip dari laman Asia One, Selasa (24/7), Qattan mengatakan bahwa majikan berhak untuk menyimpan paspor pekerja mereka. "Saya memiliki hak sebagai kafil (sponsor) untuk menyimpan paspor karyawan saya, dan saya bertanggung jawab untuk membayar deposit hingga 1.500 dinar (USD 6.760)," katanya.

Dia mengklaim bahwa apa yang dikatakannya banyak mendapat dukungan dari warga Kuwait lainnya.

"Yang saya katakan adalah bahwa majikan berhak menyimpan paspor pembantu, dan banyak warga Kuwait dan Teluk setuju dengan saya," kata Qattan.

Qattan bersikeras bahwa komentarnya bukanlah sebuah penghinaan terhadap pekerja rumah tangga, dan tidak menyangkut kemanusiaan atau hak asasi manusia. Karena menurutnya ia tidak memotong gaji mereka atau memukulnya. Dia pun menolah meminta maaf atas komentarnya.

"Pekerja rumah tangga tinggal di rumah seperti pemilik, dia makan makanan yang sama, tidur, beristirahat dan pergi berbelanja ini sudah sebagaimana mestinya. Dia tidak seperti pelayan yang bekerja berjam-jam, kami juga memberinya cuti mingguan," ujarnya kepada AFP.

Qattan yang memiliki 2,3 juta follower di akun Instagramnya, memposting video kontroversial itu pada 10 Juli. Ia mengkritik undang-undang baru dibuat pada bulan Mei, yang menyatakan bahwa pekerja Filipina yang bekerja di negara teluk bisa mendapat jatah libur satu hari dalam seminggu dan melarang majikan menahan paspor milik mereka.

Qattan merupakan publik figur yang dikenal dengan tutorial make-up di internet. Ia banyak digunakan sebagai brand ambassador produk kecantikan. Atas komentarnya yang dianggap rasis Chelsea Beautique, perusahaan make-up secara resmi mengumumkan akan menghapus video yang disponsori oleh Qattan dari saluran media sosial mereka.

"Kami percaya bahwa kondisi kerja yang layak harus diberikan kepada semua orang dan itu tidak mewakili keyakinan inti merek kami," ujar perusahaan itu melalui Twitter.

Selain itu, seorang juru bicara merek parfum Perancis M Micallef mengatakan bahwa perusahaannya 'terkejut' oleh komentar Qattan dan akan mengakhiri hubungan mereka, dikutip dari Gulf News. [frh]

Topik berita Terkait:
  1. Kuwait
  2. Filipina
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini