KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Bintang Timnas Palestina bebas setelah tiga bulan mogok makan

Selasa, 10 Juli 2012 19:54 Reporter : Ardyan Mohamad
al sarsak. REUTERS/Mohammed Salem

Merdeka.com - Mahmud Sarsak, pemain sepakbola tim nasional Palestina akhirnya dibebaskan Pemerintah Israel setelah mogok makan panjang. Dia menjalankan aksinya sejak 95 hari lalu atau lebih dari tiga bulan.

Surat kabar Huffington Post melaporkan, Selasa (10/7), Sarsak, 25 tahun, muncul dari ambulan di pinggir Kota Gaza, Palestina, siang tadi waktu setempat. Keluarga dan ratusan pendukung langsung mengelu-elukannya. Dia mencium kedua orang tua dan saudara-saudaranya, lalu segera bertolak ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis.

Penderitaan Sarsak dimulai tiga tahun lalu. Awalnya dia meninggalkan Jalur Gaza pada musim panas 2009 untuk bertanding sepak bola di Perbatasan Erez, dekat Tepi Barat. Namun tentara Zionis menangkap dan menahannya. Lelaki 25 tahun itu dianggap terlibat Jihad Islami, salah satu faksi perjuangan Palestina.

Berdasarkan hukum militer Israel, negara Zionis itu bisa menahan seseorang yang dianggap mengancam keamanan negara – kebanyakan warga Palestina – tanpa melalui proses peradilan. Masa penahanan enam bulan dan bisa diperpanjang jika dianggap perlu.  Hal ini yang membuat ratusan pegiat Palestina mogok makan, termasuk Sarsak.

Awal April, dia menjalankan mogok makan mengikuti aksi serupa yang berhasil dilakukan pegiat Palestina Khader Adnan dan Hana al-Shalabi. Akibat berhenti mengonsumsi apapun selama 95 hari, Sarsak kehilangan separuh berat badan asli, muntah parah, dan nyaris hilang ingatan.

Dia bebas setelah pengacaranya, Muhammad Jabarin, berhasil melobi Departemen Penjara Israel akhir bulan kemarin. Sarsak dilepas asal berhenti mogok makan.

Sarsak adalah salah satu pemain paling menonjol di tim nasional Palestina. Aksinya didukung suporter klub Skotlandia Glasgow Celtic. Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) juga mengecam tindakan Israel menahannya tanpa alasan. Penyerang legendaris klub Manchester Unites, Eric Cantona, turut membelanya, dengan mengirim surat terbuka kepada Ketua UEFA, Michel Platini. Dia mendesak Zionis membebaskan Sarsak. [fas]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.