Bintang film panas diminta kembalikan uang yang diberikan pengacara Trump

Selasa, 13 Maret 2018 16:38 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Bintang film dewasa Stephanie Clifford. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Bintang film dewasa Stephanie Clifford, atau Stormy Daniels, diminta mengembalikan uang USD 130.000 atau sekitar Rp 1.7 miliar yang pernah diberikan untuk menutup mulut terkait hubungannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 2016, Senin (12/3). Namun saat itu, Trump membantah telah berselingkuh dengan Clifford.

Menurut Clifford, dia diperbolehkan membeberkan perselingkuhannya dengan Trump setelah membayar uang tersebut.

"Ini adalah tawaran yang sangat adil. Ini menyelesaikan persoalan, dengan membiarkan warga Amerika memutuskan siapa yang mengatakan sebenarnya setelah mendengar kedua belah pihak," kata pengacara Clifford, Michael Avenatti, seperti dilansir dari laman Reuters, Selasa (13/3).

Pengacara pribadi Trump, Michael Cohen, mengaku membayar Clifford sebesar USD 130.000 dengan menggunakan uangnya sendiri. Pembayaran tersebut dilakukan saat kampanye pemilu Presiden AS 2016.

Cohen tidak menjelaskan mengapa dia melakukan pembayaran atau apakah Trump menyadari perbuatannya.

Dalam surat yang dikirimkan Avenatti kepada Cohen, aktris tersebut akan mengirimkan dana ke rekening pilihan Trump pada hari Jumat (16/3). Avenatti menetapkan tenggat waktu Selasa agar Cohen merespons.

Berdasarkan usulan tersebut, setelah Clifford mengembalikan uang, maka dia diizinkan untuk berbicara 'secara terbuka dan bebas tentang hubungannya sebelumnya dengan Trump, dan usaha untuk membungkamnya'.

Dalam surat tersebut tertulis, Clifford juga bisa menggunakan atau menyebarkan pesan teks, foto, dan atau video yang mungkin dia punya yang berkaitan dengan Trump. Tentu semua itu tanpa rasa takut akan pembalasan pertanggungjawaban hukum atas kerusakan.

Surat tersebut juga meminta agar pengacara Trump setuju bahwa baik Trump maupun perusahaan Shell, yang digunakan Cohen untuk membayar Clifford, tidak akan berusaha untuk menghalangi siaran wawancara Clifford yang direkam dengan program '60 Menit' di CBS News minggu lalu.

Selain itu, surat tersebut meminta adanya kesepakatan yang ditandatangani oleh semua pihak, termasuk Trump, yang namanya tidak disebutkan dalam kesepakatan nondisclosure sebelumnya.

Cohen belum bisa mengomentari permintaan surat tersebut, juga pengacara Cohen. Gedung Putih juga tidak langsung menanggapi permintaan komentar.

Tawaran Avenatti muncul setelah Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan saat briefing, bahwa Trump telah memenangkan sebuah proses arbitrase melawan Clifford. [frh]

Topik berita Terkait:
  1. Donald Trump
  2. Amerika Serikat
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini