Bila Netanyahu terpilih lagi, bagaimana nasib Palestina?

Rabu, 18 Maret 2015 08:05 Reporter : Pandasurya Wijaya
Bila Netanyahu terpilih lagi, bagaimana nasib Palestina? Benjamin Netanyahu. kaosenlared.net

Siapa pun yang ingin mendirikan negara Palestina, siapa pun yang akan memindahkan wilayah saat ini, sama dengan memberi kesempatan bagi radikal Islam buat menyerang Israel


- Binyamin Netanyahu

Merdeka.com - Israel kemarin menggelar pemilihan umum buat menentukan apakah nantinya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dari Partai Likud akan kembali terpilih buat keempat kalinya atau Isaac Herzog dari Partai Persatuan Zionis akan mengambil alih jabatan itu.

Netanyahu sudah berkuasa selama enam tahun terakhir. Dia sendiri yang mengajukan usulan pemilu dipercepat pada tiga bulan lalu.

Dalam survei terakhir, persaingan antara dua kandidat itu akan sangat ketat. Sehari sebelum pemilu digelar, dalam wawancara dengan situs berita NRG, Benjamin Netanyahu menyatakan dia tidak akan membiarkan negara Palestina berdiri jika kembali terpilih, seperti dilansir surat kabar the New York Times, Selasa (17/3).

"Siapa pun yang ingin mendirikan negara Palestina, siapa pun yang akan memindahkan wilayah saat ini, sama dengan memberi kesempatan bagi radikal Islam buat menyerang Israel," kata dia.

Pernyataan pria akrab dipanggil Bibi itu bersebrangan dengan pidato dia di Universitas Bar Ilan pada 2009. Pada saat itu Netanyahu mendukung solusi terbentuknya dua negara antara Palestina dan Israel.

Kata-kata lelaki 65 tahun dua hari lalu itu kembali mencuatkan dugaan dia tak pernah serius dalam perundingan perdamaian dengan Palestina. Hal ini tentu mengecewakan banyak pemimpin dunia dan komunitas internasional.

Menanggapi pernyataan Netanyahu itu, juru runding dari Palestina Saeb Erekat mengatakan [pan] SELANJUTNYA

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini