Bila Khalifah ISIS tewas, bagaimana nasib para militan?

Rabu, 29 April 2015 09:07 Reporter : Ardyan Mohamad
Bila Khalifah ISIS tewas, bagaimana nasib para militan? Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi. ©Al Arabiya

Merdeka.com - Nasib Abu Bakar al-Baghdadi, pemimpin utama kelompok radikal Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) sedang menjadi bahan spekulasi dua hari terakhir. Dua sumber, yang kredibilitasnya meragukan, menyatakan pria 43 tahun itu sudah tewas.

Kabar pertama datang dari jaringan radio Iran pada 26 April lalu. Disebutkan bahwa pria mengklaim sebagai khalifah umat Islam yang sah itu terluka akibat serangan udara koalisi Barat pada 18 Maret. Luka-luka itu memburuk selama sepekan terakhir, sampai akhirnya Baghdadi tewas.

Belakangan, dokter asal Israel membenarkan kabar bahwa Baghdadi meninggal secara klinis. Informasi ini juga datang dari Kantor Berita Fars, asal Iran.

Sementara ini Amerika Serikat belum mempercayai informasi tersebut. Seperti dilansir the Guardian, Petinggi Pentagon, Kolonel Steven Warren, tidak mempercayai kabar Baghdadi luka parah - sampai tewas - karena serangan udara.

Dia membenarkan pada 18 April ada rudal pesawat koalisi barat menyerang iring-iringan tiga mobil di desa Umm al-Rous, al-Baaj, Provinsi Nineveh. Namun dia mengklaim bahwa tidak ada laporan kredibel bahwa rombongan itu berisi Baghdadi.

AS menyatakan Baghdadi terlalu licin untuk terbunuh begitu saja. Dia punya kebiasaan untuk tidak bertemu militan bawahan dengan bertatap muka.

"Dia bagaikan syekh yang tidak terlihat," kata Warren.

Pejabat Irak Hisham al-Hashimi menilai kalaupun tewas, kekuatan ISIS belum tentu melemah. Dia pun sudah mendengar laporan bahwa khalifah yang kepalanya dihargai USD 10 juta itu cedera parah akibat serangan udara.

Dari data intelijen yang dia dapatkan, akibat cedera itu Baghdadi tidak bisa lagi memimpin operasi ISIS sehari-hari. Jabatan sebagai pemimpin kini diserahkan kepada penggantinya, Abdul Rahman al-Sheijlar alias Abdul Rahman al Afri.

Menurut Hashimi, Afri berprofesi sebagai [ard] SELANJUTNYA

Topik berita Terkait:
  1. Ekstremis ISIS
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini