Bikin geram Trump dengan pertanyaannya, wartawan CNN dilarang meliput di Gedung Putih

Kamis, 8 November 2018 15:58 Reporter : Ira Astiana
Bikin geram Trump dengan pertanyaannya, wartawan CNN dilarang meliput di Gedung Putih Donald Trump versus Jim Acosta. ©Reuters

Merdeka.com - Gedung Putih menahan izin meliput wartawan CNN setelah terlibat perdebatan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam sebuah konferensi pers. Wartawan bernama Jim Acosta dianggap tidak menghormati Trump saat mengajukan pertanyaan.

"Gedung Putih menangguhkan izin meliput wartawan yang berlaku kasar sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders, dikutip dari laman AFP, Kamis (8/11).

Perdebatan antara Trump dengan Acosta bermula saat wartawan tersebut terus menerus bertanya tentang imigran dari Amerika Tengah yang berbondong-bondong melalui Meksiko menuju ke perbatasan AS. Acosta menanyakan hal itu secara berulang-ulang meski Trump memintanya berhenti.

"Sudah cukup," tegas Trump sementara staf Gedung Putih mencoba mengambil mikrofon dari tangan Acosta. Namun wartawan itu tetap berkeras mempertahankan mikrofonnya.

Acosta pun menolak saat Trump memerintahkannya untuk duduk. Hal tersebut kemudian memancing emosi Trump sampai dia menyebut wartawan itu sebagai 'musuh rakyat'. Trump pun dengan geram menyebut Acosta sebagai orang kasar yang mengerikan.

"Presiden Trump menghargai kebebasan pers dan mengharapkan serta menyambut pertanyaan-pertanyaan sulit tentang dia dan pemerintahannya," jelas Sanders.

"Namun kami, apa pun alasannya, tidak bisa mentolerir reporter yang menempatkan tangannya kepada seorang perempuan hanya demi pekerjaannya. Perilaku ini benar-benar tidak dapat diterima," tambahnya merujuk kepada perlakuan Acosta staf Gedung Putih saat mencoba mengambil mikrofon darinya.

Meski demikian, Acosta membantah telah berlaku kasar kepada staf perempuan tersebut. Dia pun menuding Sanders sebagai pembohong.

"Juru bicara Sanders berbohong," katanya seraya menuding bahwa penangguhan liputan terhadapnya hanya dilakukan karena Gedung Putih tidak ingin menjawab pertanyaan-pertanyaan menantang darinya.

"Sanders memberikan tuduhan palsu dan menyebut insiden yang tidak pernah terjadi," tegasnya.

Pernyataan Acosta mendapat dukungan dari awak media lain yang berada di tempat tersebut pada saat konferensi pers. Mereka membantah tuduhan Gedung Putih bahwa Acosta menyentuh staf Gedung Putih itu. [ias]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini