Bertemu Mahmoud Abbas, Raja Salman Perkuat Kembali Dukungan untuk Palestina

Rabu, 13 Februari 2019 13:15 Reporter : Hari Ariyanti
Bertemu Mahmoud Abbas, Raja Salman Perkuat Kembali Dukungan untuk Palestina Jokowi dan Raja Salman tanam pohon kayu besi. ©2017 REUTERS/Darren Whiteside

Merdeka.com - Raja Salman menyampaikan kerajaan Arab Saudi berkomitmen mendukung kemerdekaan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya sebelum konferensi perdamaian dan keamanan Timur Tengah yang dipimpin Amerika Serikat. Hal ini disampaikan Raja Salman saat bertemu Presiden Palestina, Mahmoud Abbbas di Riyadh, Selasa (12/2).

"Arab Saudi secara permanen berpihak pada Palestina dan hak rakyatnya untuk (memiliki) negara merdeka dengan Yerusalem Timur yang diduduki sebagai ibukotanya," lapor kantor berita Saudi Press Agency, dilansir dari Al Jazeera, Rabu (13/2).

Komitmen Raja Salman ini datang ketika AS diperkirakan akan menyampaikan tawaran perdamaian antara Israel dan Palestina pada sebuah konferensi di ibukota Polandia, Warsawa. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan konferensi akan dihadiri para menteri luar negeri dari seluruh dunia dan membahas "pengaruh destabilisasi" Iran di Timur Tengah.

Namun sebagian negara Eropa yang akan mengirimkan perwakilan dalam konferensi itu menilai AS dan Polandia telah melenceng dari tujuan utama agenda konferensi. Mereka menilai konferensi itu seharusnya tak terfokus pada Iran tetapi Timur Tengah secara luas.

Menurut kantor berita resmi Palestina, Wafa, Mahmoud Abbas dalam pertemuan itu menyampaikan kepada Raja Salman terkait perkembangan terakhir di wilayah Palestina dan membahas "proses politik sehubungan dengan berlanjutnya pelanggaran Israel terhadap rakyat Palestina, tanah, dan situs-situs suci, dan upaya untuk melewati 'kesepakatan abad ini' ".

Menantu dan penasihat Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, juga akan berbicara dalam konferensi di Warsawa pada hari Kamis besok. Kushner, yang keluarganya dekat dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, diperkirakan tidak akan mengungkap tawaran perdamaian sampai pemilihan 9 April di Israel.

Kushner juga dilaporkan akan mengunjungi Timur Tengah akhir bulan ini dan diharapkan akan singgah di Arab Saudi. Koran Israel, Haaretz melaporkan Kepala Intelijen Palestina, Majed Faraj bertemu pejabat Saudi membahas rencana perdamaian Timur Tengah yang diusulkan AS dan konsekuensinya.

Surat kabar itu menambahkan bahwa Otoritas Palestina berupaya agar negara-negara Arab dan Islam tidak akan mendukung kesepakatan itu. Pemerintahan Trump kesulitan menawarkan kesepakatan apa pun kepada Palestina, yang tetap marah atas keputusannya mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel pada 2017. Pemerintah Palestina - yang menyebut konferensi Warsawa sebagai "konspirasi Amerika" - telah menolak pembicaraan dengan AS sampai adanya kebijakan yang lebih seimbang. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini