Bertemu Kanselir Jerman, Netanyahu berbeda pendapat soal nuklir Iran dan Palestina

Selasa, 5 Juni 2018 17:00 Reporter : Farah Fuadona
Bertemu Kanselir Jerman, Netanyahu berbeda pendapat soal nuklir Iran dan Palestina Kanselir Jerman Angela Merkel dan PM Israel Benjamin Netanyahu. SINA SCHULDT/DPA/ZUMA PRESS

Merdeka.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkunjung ke Jerman, dan menemui Kanselir Jerman Angela Merkel. Keduanya sepakat untuk mencegah Iran membuat senjata nuklir. Namun, keduanya memiliki pandangan berbeda mengenai cara mewujudkan keinginan tersebut.

Merkel membujuk sekutunya agar mendukung seruannya untuk mengubah kesepakatan nuklir Iran dan mendorong Iran ke luar Suriah.

Merkel mengatakan bahwa sebelum kesepakatan yang dibuat oleh PBB, Iran sudah lebih terbuka mengenai senjata nuklirnya.

Merkel berjanji akan mempertahankan kesepakatan nuklir dengan Iran kendati Amerika Serikat keluar. Hal ini dilakukannya guna mencegah Republik Islam tersebut memiliki senjata nuklir.

Namun, Netanyahu mengatakan kesepakatan itu akan memberi Iran izin untuk mengembangkan jumlah 'tak terbatas' uranium bahan baku pembuatan nuklir.

Netanyahu meminta komunitas internasional untuk menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Iran, dan menuduh Iran 'menerima uang untuk mengobarkan perang', sebagai akibat dari kesepakatan nuklir dan penanaman modal asing yang mengalir ke dalam negeri.

"Kita bersatu pada sasaran bahwa Iran takkan pernah diizinkan menerima senjata nuklir," kata Merkel, dilansir dari Antara. Ia menambahkan perbedaan hanya ada pada cara mencapai tujuan itu.

Selain itu, Merkel juga menyinggung konflik antara Israel dan Palestina dan menyatakan penyelesaian dua negara adalah solusinya.

"Pada saat ini, saya kira adalah situasi yang rumit," kata Merkel.

Ketika ditanya wartawan mengenai kapan Israel akan berhenti menduduki wilayah Palestina di Jalur Gaza, Netanyahu mengatakan, Israel "bersedia merundingkan penyelesaian perdamaian". Tapi menambahkan bahwa Jalur Gaza dikuasai oleh HAMAS dan faksi lain yang ingin menghancurkan Israel. [frh]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini