Bertemu di St Petersburg, Vladimir Putin Jadi 'Pemandu Wisata' Xi Jinping

Minggu, 9 Juni 2019 14:11 Reporter : Merdeka
Bertemu di St Petersburg, Vladimir Putin Jadi 'Pemandu Wisata' Xi Jinping Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping. Sydney Morning Herald ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan menjadi 'pemandu wisata utama' Preside China, Xi Jinping, saat bertemu di kampung halamannya di St Petersburg. Pada Kamis malam, Kremlin merilis foto-foto tentang Putin yang memperlihatkan Xi kota kelahirannya itu, yang merupakan bekas ibu kota Kekaisaran Rusia.

Putin mengajak Xi mengamati berbagai karya seni dari koleksi Renaissance di museum pusaka setempat, dan menikmati hidangan makan malam di atas kapal pesiar. Demikian dilansir dari CNN, Minggu (9/6).

Namun, menurut pengamat, kedekatan antara Xi Jinping dan Vladimir Putin bukan hanya sebatas pertemuan yang disertai agenda jalan-jalan dan santap bersama. Melalui forum ekonomi yang dihadiri keduanya di St Petersburg, pertemuan tersebut merupakan kesempatan bagi pemimpin China dan Rusia untuk bersatu dalam menghadapi konfrontasi lebih luas dari Amerika Serikat (AS).

Pada Rabu, sebelum berlangsungnya forum tersebut, kedua negara merilis sebuah pengumuman besar: Huawei menandatangani kesepakatan dengan MTS --operator telekomunikasi terbesar Rusia-- untuk mengembangkan teknologi 5G. Kesepakatan itu terjadi ketika Huawei, salah satu perusahaan paling penting di China, berada di pusat perang dagang yang meningkat antara Beijing dan Washington.

Pemerintahan Donald Trump telah melarang Huawei dari keterlibatan apa pun dalam jaringan 5G Amerika, karena khawatir digunakan untuk agenda spinonase. AS juga mendesak para sekutunya untuk mengikuti langkah boikot tersebut, sementara Huawei menyangkal bahwa produk-produknya menimbulkan risiko keamanan nasional.

Pertemuan antara Xi Jinping dan Vladimir Putin berakhir pada hari Sabtu waktu setempat.

Di forum ekonomi St Petersburg, Putin dengan tegas mengatakan berada di sisi Huawei, memperingatkan bahwa tindakan AS mempertaruhkan perang teknologi pada era digital.

"Mari kita ambil situasi di sekitar Huawei, misalnya, yang tidak hanya diusir tetapi juga didorong keluar dari pasar global. Beberapa sudah mengatakan ini adalah perang teknologi pertama di era digital," kata Putin.

Putin juga mengeluhkan hal yang lebih luas, yakni unilateralisme AS, sesuatu yang telah lama dituduhkan pemimpin Kremlin kepada Washington. Putin menambahkan, Washington ingin mengganti sistem berbasis aturan, di mana negara diperlakukan sebagai aktor yang setara dan berdaulat, dengan situasi ketika AS dan negara-negara ekonomi kuat lainnya mendikte persyaratan.

"Inilah yang dilakukan AS sekarang, berusaha memperluas yurisdiksi mereka ke seluruh dunia," katanya di St Petersburg.

Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo
Sumber: Liputan6 [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Vladimir Putin
  2. Xi Jinping
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini