Berkat Pokemon Go, veteran marinir bekuk tersangka pembunuhan

Kamis, 14 Juli 2016 09:11 Reporter : Ardyan Mohamad
Berkat Pokemon Go, veteran marinir bekuk tersangka pembunuhan Pemain Pokemon Go di California bekuk tersangka pembunuhan. ©2016 Merdeka.com/Facebook/Seth Ortega

Merdeka.com - Permainan ponsel pintar Pokemon Go menjadi tren global, memicu bermacam peristiwa. Di luar laporan pengalaman negatif netizen gara-gara game besutan Nintendo dan Google ini, ternyata ada pula insiden menarik ketika pelaku kejahatan berhasil dibekuk.

The Daily Mail melaporkan, Kamis (14/7), dua bekas marinir di Amerika Serikat berhasil membekuk seorang tersangka kasus pembunuhan yang buron saat main Pokemon Go awal pekan ini.

Cerita bermula saat Seth Ortega (24) dan Javier Soch (26) sedang berburu Pokemon di kawasan Fullerton, California. Sedang asyik menyusuri trotoar dan taman demi mencari monster-monster imut, kedua veteran perang ini melihat seorang pria bertingkah aneh di dekat kumpulan anak-anak.

Pria aneh itu mengganggu beberapa anak kecil, serta mengancam orang tua yang sedang menjaga anak mereka di jalanan. Ortega mengaku semakin curiga, sebab dari layar ponsel yang sedang menampilkan monster pokemon, dia bisa melihat jelas lelaki memakai jaket dan hidung palsu ini membelai betis anak lelaki.

Ilustrasi bermain Pokemon GO (c) 2016 Merdeka.com

Ortega dan Soch sepakat membekuk pria itu, melupakan sejenak niat mereka bermain Pokemon. Soch bertugas menenangkan orang tua anak-anak dan memanggil polisi, sedangkan Ortega menyergap pria biang onar ketika lengah di kawasan taman bermain anak-anak. Rencana keduanya berjalan sukses. Polisi segera tiba mengamankan pria diduga pedofil itu.

"Jika saya lengah saat melihat layar ponsel, bisa jadi pria itu tidak akan tertangkap atas perbuatannya," kata Ortega.

Polisi California tidak merilis identitas lengkap pria yang mengganggu anak-anak itu. Dari penelusuran aparat, dia diduga pernah terlibat kasus pembunuhan di Sonoma County.

Di luar kasus unik ini, Pokemon Go dikritik beberapa pengguna karena rentan dimanfaatkan oleh penjahat, terutama pedofil. Sistem permainan augmented reality yang diadopsi oleh Pokemon Go berbasis teknologi GPS. Fasilitas ini bisa dipakai orang berniat jahat untuk melacak atau memancing anak-anak yang memainkannya.

Sebelumnya diberitakan 11 remaja di Negara Bagian Missouri, AS, menjadi korban perampokan saat memainkan Pokemon Go pekan lalu. Mereka dipancing oleh pelaku yang menanti di pokestop - tempat khusus untuk mencari logistik permainan - lalu menodong korban pakai senjata api. [ard]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini