Berbagai Kisah Haru Ketika Warga Israel dan Palestina Saling Bantu

Kamis, 13 Mei 2021 10:33 Reporter : Pandasurya Wijaya
Berbagai Kisah Haru Ketika Warga Israel dan Palestina Saling Bantu Shaul David Judelman dan Ziad Abed Sabateen. ©csmonitor.com

Merdeka.com - Di tengah konflik dan perpecahan, korban pertama yang jatuh adalah kemanusiaan.

Konflik Palestina-Israel kian memanas dalam beberapa hari terakhir. Korban berjatuhan di kedua pihak. Namun di tengah kekalutan itu semua sesungguhnya masih ada serangkaian cerita yang membuktikan bahwa kemanusiaan masih di atas segalanya.

Suatu hari di wilayah Ramallah, Palestina, seorang ibu dengan tekun merawat kebun bunga miliknya. Wanita yang tak diketahui namanya ini menanam puluhan bunga cantik di pot bunga yang terbuat dari tabung bekas gas air mata milik Israel.

Wanita itu dan keluarganya mengumpulkan ratusan tabung gas air mata bekas yang dilemparkan oleh tentara Israel pada para demonstran Palestina selama tahun-tahun pendudukan dan ekspansi Israel di Palestina.

pot bunga dari tabung gas air mata israel

Dengan menanam bunga di bekas granat tersebut, wanita ini berniat menunjukkan bahwa seseorang dapat mengubah sesuatu yang negatif dan mengancam menjadi sesuatu yang positif dan indah.

Konflik Palestina-Israel yang sudah berlangsung lebih dari lima dekade ini memunculkan harapan di tangan mereka yang tak pernah menyerah untuk menjalin perdamaian. Sejumlah warga Israel dan Palestina menunjukkan mereka bisa menjalin persahabatan di tengah konflik yang masih berlangsung.

Berikut empat cerita haru saling bantu warga Israel dan Palestina yang bisa membuat mata berkaca-kaca:

Band rock Israel dan Palestina gelar konser bareng

Palestina dan Israel boleh tidak akur soal perbatasan dan pengakuan kedaulatan, namun dalam musik mereka menjadi satu. Pemandangan ini terlihat saat grup musik rock kedua wilayah itu justru konser bareng di sejumlah negara Eropa.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Senin (22/7/2013), grup rock Israel bernama Orphaned Land dan grup rock Palestina yakni Khalas membawa pesan perdamaian lewat musik. Mereka yakin musik bisa menyingkirkan pandangan politik berbeda, menghalau konflik, bahkan meredakan ketegangan antar umat beragama. Musik bisa membuat semua bangsa bersatu.

Kedua band ini menggelar konser di 18 negara se-Eropa. Mereka tampil satu panggung dan bepergian dalam bus yang sama selama tiga pekan. "Mungkin kami tidak bisa mengubah dunia tapi kami memberikan contoh kebersamaan bisa terjadi," ujar vokalis Orphaned Land Kobi Farhi.

Lelaki itu menambahkan berbagi panggung dan bus menyampaikan hal kuat dibanding ribuan kata. Mereka juga membuktikan kebersamaan meski hidup di tengah konflik.

Gitaris Khalas Abed Hathut mengatakan persaudaraan di atas segalanya. Hampir setiap lagu kedua band ini sarat politik. Mereka bahkan diterima di kalangan komunitas Yahudi hingga Arab muslim.

dua band rock asal palestina dan israel mengadakan konser bersama se eropa

Baca Selanjutnya: Rabi Israel dan petani Palestina...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini