Bentrok warga dan Polisi Israel terjadi lagi di Masjid Al-Aqsa

Minggu, 27 September 2015 16:36 Reporter : Ardyan Mohamad
Bentrok warga dan Polisi Israel terjadi lagi di Masjid Al-Aqsa Serangan polisi Israel ke komplek Al Aqsa. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Hanya reda beberapa hari, bentrokan kembali terulang antara polisi dan warga Palestina di komplek Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur. Dalam keterangan tertulis, polisi Zionis mengklaim mereka diserang lebih dulu oleh pemuda muslim pagi tadi waktu setempat.

"Mereka melempar batu dan kembang api kepada personil polisi di perbatasan," kata juru bicara Kepolisian Israel Micky Rosenfeld, seperti dilansir Kantor Berita AFP, Minggu (27/9).

Saat ini kekerasan masih terkonsentrasi di kawasan luar masjid. "Kami menurunkan tim khusus menghalau kerusuhan," imbuh Micky.

Belum diketahui apakah ada korban cedera atau tewas dalam bentrok kali ini. Dua pekan lalu, Polisi Israel menangkap belasan pemuda, serta mencederai puluhan warga Palestina ketika menyerbu hingga ke dalam masjid Al-Aqsa.

Organisasi nirlaba Waqf, yang berbasis di Yordania, memiliki setumpuk bukti bahwa polisi Israel merusak bagian dalam masjid. Para pengunjuk rasa, tua-muda, menuding Negeri Zionis sedang berusaha membatasi jumlah warga Palestina bisa beribadah di Al Aqsa.

Bentrok mulai terjadi pada 13 September. Juru bicara kepolisian Zionis mengatakan sekelompok anak muda Palestina disinyalir mengacau jelang perayaan tahun baru Yahudi dengan melempari batu ke desa-desa warga wilayah pendudukan Israel.

Sedangkan versi lain mengatakan Tentara Zionis lebih dulu menyerbu komplek suci itu Minggu subuh waktu setempat. "Serangan polisi menggunakan peluru karet dan granat kejut membuat pemuda Palestina berkumpul melindungi Al Aqsa," tulis kantor berita Ma'an.

Kawasan Al Aqsa yang bersisian dengan Tembok Ratapan di Bait Suci, selalu menyulut potensi konflik di Yerusalem. Israel merebut Yerusalem timur, setelah memenangkan Perang Enam Hari melawan Koalisi Arab-Mesir pada 1967.

Klaim Zionis bahwa mereka berkuasa atas komplek Bait Suci, ditolak oleh komunitas Internasional, termasuk PBB. Israel sampai sekarang secara sepihak menyebut ibu kota mereka adalah Yerusalem, bukan lagi Tel Aviv. [ard]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini