Belajar dari Strategi Negara Eropa Membuka Sekolah di Tengah Pandemi Covid-19

Kamis, 3 September 2020 08:21 Reporter : Merdeka
Belajar dari Strategi Negara Eropa Membuka Sekolah di Tengah Pandemi Covid-19 sekolah di inggris. ©Reuters

Merdeka.com - Pendidikan di seluruh Eropa sudah dibuka kembali pada saat liburan musim panas berakhir dan pemerintah berkeras siswa dapat kembali ke kelas setelah berbulan-bulan belajar daring karena pandemi COVID-19. Berbagai negara mengambil pendekatan yang berbeda beda untuk meminimalkan penularan COVID-19 di area sekolah, seperti yang dilansir di laman Reuters, Selasa (1/9).

Inggris

Sekolah dasar di Inggris dibuka kembali pada tanggal 1 Juni, diawali dengan beberapa tahun angkatan. Siswa sekolah menengah yang berusia 15 hingga 18 tahun kembali pada tanggal 15 Juni. Semua siswa akan kembali ke sekolah dengan tahun ajaran yang baru. Sekolah di Skotlandia dibuka kembali pada 11 Agustus.

Survei terkini menyatakan sebagian besar sekolah Inggris menunjukkan 96 persen sekolah dipecah menjadi beberapa kelompok kecil. Di setiap kelompok harus menjaga jarak dari kelompok yang lain agar meminimalkan risiko penularan COVID-19.
Sebagian besar sekolah berencana untuk mengubah waktu istirahat, waktu belajar yang bergantian, menurut survei oleh National Association for Head Teachers.

Aturan tentang masker dan peralatan pelindung lainnya berbeda. Siswa sekolah menengah di Inggris hanya perlu memakai masker wajah di kerumunan jika daerah mereka masih mengalami karantina wilayah.

2 dari 5 halaman

Prancis

belajar dari strategi negara eropa membuka sekolah di tengah pandemi covid-19

Sekolah di Prancis dibuka kembali pada 1 September.

Seluruh pelajar yang berusia di atas 11 tahun wajib memakai masker wajah setiap saat, termasuk di dalam ruangan. Sekolah harus membatasi pencampuran kelompok kelas, dan ventilasi serta menyemprotkan desinfektan di ruang kelas.

Kehadiran sekolah adalah kewajiban, meskipun sekolah dapat beradaptasi dengan adanya virus corona. seperti misalnya, membatasi kehadiran selama beberapa hari atau minggu. Jika terjadi wabah regional yang besar, sekolah dapat ditutup sementara.

Di taman kanak-kanak Prancis, anak-anak dalam kelompok kelas yang sama tidak perlu mengamati jarak sosial. Sedangkan di Sekolah dasar, siswa dikelompokkan dari 8 hingga 15 siswa per kelas dan juga bergantian antara setengah hari di kelas dan belajar dari rumah. Di sekolah menengah, semua siswa bersekolah setidaknya beberapa hari dalam seminggu.

3 dari 5 halaman

Jerman

belajar dari strategi negara eropa membuka sekolah di tengah pandemi covid-19

Siswa di Jerman telah kembali ke sekolah dengan normal sejak awal Agustus. Di sebagian besar negara bagian, anak-anak dan guru harus memakai masker di dalam ruangan kecuali di meja belajar mereka. North Rhine Westphalia menetapkan aturan bahwa siswa yang lebih tua memakai masker dalam pelajaran setelah mendapat kritik dari orang tua dan dokter.

Setiap angkatan harus berada di bagian sekolah yang berbeda selama waktu istirahat. Pintu dan jendela dibiarkan terbuka sebanyak mungkin. Sebagian besar guru telah kembali ke sekolah, meskipun ada beberapa orang untuk mendorong perlindungan lebih kepada mereka. Beberapa pelajaran daring berlanjut dalam keadaan khusus.

Yunani

Pemerintah Yunani telah memperpanjang pembukaan kembali sekolah selama seminggu hingga 14 September, karena meningkatnya infeksi COVID-19. Siswa dan guru akan diberi satu masker kain lalu dipakai di kelas dan ruang dalam ruangan lainnya.

4 dari 5 halaman

Italia

Sebagian besar pendidikan di Italia akan dibuka kembali pada 14 September. Tindakan untuk meminimalkan penularan COVID-19 masih diupayakan. Untuk membantu jarak sosial, waktu masuk belajar akan sedikit dan meja tunggal akan diperkenalkan dalam beberapa minggu mendatang. Memakai Masker tetap wajib bagi mereka yang tiba dan meninggalkan sekolah, tetapi masker dapat dilepas selama pelajaran jika ada jarak aman antar meja.

Beberapa sekolah menengah dengan ukuran kelas yang lebih besar mengatakan mereka akan menggunakan perpaduan pembelajaran jarak jauh dan pengajaran di tempat untuk mencegah kepadatan berlebih.

Pemerintah Italia telah setuju untuk menyediakan lebih banyak dana untuk meningkatkan transportasi umum guna memungkinkan perjalanan yang aman ke sekolah.

Jika seorang siswa atau guru terinfeksi, akan menjadi tanggung jawab kepala sekolah dan otoritas kesehatan untuk memutuskan apakah akan menutup seluruh sekolah, kelas tunggal atau memberlakukan karantina pada mereka yang terlibat langsung.

Belanda

Sekolah dasar dan menengah di Belanda mulai dibuka kembali secara bertahap pada bulan Agustus.

Beberapa kelas dilakukan secara tatap muka. Baik siswa maupun guru tidak diharuskan memakai masker wajah. Tetapi terdapat guru yang enggan kembali bekerja dan sejumlah sekolah di belanda juga mempunyai persyaratan memakai masker mereka sendiri.

Jika seorang pelajar tertular, semua orang di rumahnya harus tinggal di rumah selama 10 hari. Anak-anak berusia di atas enam tahun yang mempunyai gejala sakit, harus tinggal di rumah dan menjalani tes. Siswa yang lebih muda dapat bersekolah bahkan dengan gejala pilek ringan, tetapi harus tinggal di rumah jika mereka demam.

BACA JUGA:
{news_title}

Norwegia

Sekolah dibuka kembali secara bertahap mulai 27 April.

Anak-anak tidak diharuskan memakai masker wajah dan jam sekolah sebagian besar tetap dan tidak berubah. Dan pembelajaran daring tidak lagi menjadi pilihan.

BACA JUGA:
{news_title}
5 dari 5 halaman
belajar dari strategi negara eropa membuka sekolah di tengah pandemi covid-19

Rusia

Sekolah di Rusia dibuka kembali pada 1 September.

Waktu belajar di kelas dan waktu istirahat di kelas akan diubah-ubah untuk mencegah kepadatan berlebih di area umum. Pemeriksaan suhu tubuh dilakukan di sekolah. Siswa dengan gejala mirip flu diisolasi di rumah. Anak-anak disarankan untuk memakai masker tetapi tidak wajib. Para guru dan staf diharapkan untuk memakai masker setiap saat kecuali menjelaskan materi baru atau berdiri pada jarak yang aman dari siswa.

BACA JUGA:
{news_title}

Di Rusia, Pendidikan online tidak akan ditawarkan sebagai alternatif sebagai alat belajar.

Spanyol

Sekolah dasar dan menengah di Spanyol sudah memulai tahun akademik di seluruh wilayah Spanyol dalam tiga minggu pertama bulan September.

BACA JUGA:
{news_title}

Siswa diwajibkan untuk hadir, begitu juga anjuran memakai masker wajah di kelas untuk anak-anak berusia enam tahun ke atas dan seluruh siswa harus mencuci tangan setidaknya lima kali sehari. Jarak sosial harus diperhatikan, kecuali di antara anggota "gelembung", sekelompok kecil anak yang harus menjauhi anggota gelembung lain. Pemeriksaan suhu dilakukan setiap pagi, di sekolah atau di rumah.

Swedia

Sekolah Swedia tetap buka selama pandemi dan menyambut siswa kembali pada pertengahan Agustus setelah liburan musim panas. Pihak yang berwenang memutuskan bagaimana menangani kemungkinan wabah COVID-19, termasuk opsi untuk menutup sekolah.

BACA JUGA:
{news_title}

Setiap sekolah bertanggung jawab untuk mengikuti pedoman tentang jarak sosial dan kebersihan. Dan siswanya tidak wajib menggunakan Masker.

 

Reporter Magang: Farhan Hafizhan

BACA JUGA:
{news_title}
[pan]

Baca juga:
Thailand Catat Rekor 100 Hari Tanpa Penularan Lokal Covid-19
Spanyol Alami Gelombang Kedua Pandemi Covid-19, Tingkat Penularan Tercepat di Eropa
Penggunaan Ponsel Bisa Prediksi Penyebaran Covid-19
Satu Kali Suntikan Vaksin Covid-19 Masih Belum Cukup
Kampus India Bikin Upacara Kelulusan Virtual Pakai Avatar
India Catat Kasus Positif Covid-19 Tertinggi di Dunia dalam Satu Hari, Melewati AS
Hasil Survei, Bekerja dari Rumah Picu Pekerja Semakin Produktif

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini