Beda dari Jubah Harry Potter, Siswa China Bikin Mantel Tak Terdeteksi Kamera Pengawas

Senin, 5 Desember 2022 15:20 Reporter : Pandasurya Wijaya
Beda dari Jubah Harry Potter, Siswa China Bikin Mantel Tak Terdeteksi Kamera Pengawas mantel buatan mahasiswa china. ©Weibo

Merdeka.com - Sejumlah siswa yang baru lulus di China menciptakan mantel yang bisa menyembunyikan tubuh baik di siang atau malam hari dari pantauan kamera pengawas yang dijalankan oleh kecerdasan buatan (AI).

Hasil karya mereka memenangkan hadiah pertama kontes kreativitas pada 27 November lalu yang disokong oleh Huawei Technologies Co sebagai bagian dari ajang kompetisi Inovasi dan Praktik bagi lulusan China.

Proyek ini diarsiteki oleh Profesor Wang Zheng dari komputer sains Universitas Wuhan. Makalah dari penemuan ini sudah diterima oleh AAAI 2023, konferensi elit kecerdasan buatan.

Mantel InvisDefense ini tidak seperti jubah yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia layaknya mantel ajaib Harry Potter. Mantel ini memakai metode unik yang bisa mengacaukan pendeteksian mesin pemantau.

"Sekarang ini banyak peralatan pemantau yang bisa mendeteksi tubuh manusia. Kamera di jalanan bisa mendeteksi para pedestrian dan mobil pintar juga bisa mengidentifikasi pejalan kaki, jalanan, dan rintangan yang ada di jalan. Mantel InvisDefense ini membuat kamera bisa mendeteksi Anda, tapi dia tidak tahu apakah Anda manusia atau bukan," ujar Wang, seperti dilansir laman South China Morning Post, Senin (5/12).

Di saat siang hari, kamera biasanya mendeteksi tubuh manusia melalui pergerakan dan kontur. Dengan mantel yang memiliki pola kamuflase di permukaannya, InvisDefense bisa memanipulasi algoritma dari mesin penglihatan kamera pengawas.

2 dari 2 halaman

Di malam hari kamera biasanya mendeteksi tubuh manusia melalui panas tubuh lewat infra merah. Modul pada mantel yang bisa mengubah suhu menjadi tidak beraturan membuat infra merah pada kamera menjadi sulit mendeteksi.

"Bagian tersulit adalah menyeimbangkan pola kamuflase. Biasanya para peneliti memakai gambar terang untuk mengganggu penglihatan mesin dan itu berhasil. Tapi itu sangat mencolok bagi mata manusia sehingga bisa lebih mencurigakan," kata Wei Hui, mahasiswa PhD yang menjadi salah satu anggota tim pembuat mantel ini.

"Kami memakai algoritma untuk merancang pola yang tidak mencurigakan tapi bisa mengacaukan penglihatan komputer," kata Wei.

Melalui simulasi komputer, tim mengalami hampir 700 kali kegagalan dalam tiga bulan sebelum akhirnya mencapai hasil ideal.

Keuntungan lain dari mantel InvisDefense ini adalah harganya yang relatif murah. Mencetak pola di atas permukaan mantel cukup murah dan hanya ada 4 modul pengatur suhu yang diperlukan untuk mengacaukan kamera infra merah.

"Harga satu set mantel ini tidak sampai USD 70 (Rp 1 juta)," ujar Wang. "InvisDefense juga bisa dipakai pada saat pertempuran anti-drone atau di medan perang."

Baca juga:
Ilmuwan Pecahkan Misteri Mengapa Kuburan Berisi Mumi Orang Yunani Ditemukan di Mesir
Ilmuwan Inggris Punya Konsep Agar Planet Mars Bisa Dipenuhi Cagar Alam
Fosil Reptil yang Tersimpan Puluhan Tahun Ungkap Fakta Mencengangkan Soal Kadal
AS Luncurkan Pesawat Pengebom Nuklir Siluman Baru, Ini Keunggulannya
Jonathan Si Kura-Kura, Hewan Darat Tertua di Dunia Rayakan Ulang Tahun ke-190

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini