Bantuan Dibekukan, Jutaan Warga Afghanistan Terancam Mati Kelaparan

Senin, 25 Oktober 2021 20:41 Reporter : Merdeka
Bantuan Dibekukan, Jutaan Warga Afghanistan Terancam Mati Kelaparan suasana kacau dan mencekam di afghanistan. ©2021 REUTERS/Stringer

Merdeka.com - Badan PBB untuk Program Pangan Dunia (WFP) hari ini memperingatkan, jutaan warga Afghanistan akan kelaparan saat musim dingin tahun ini jika tidak ada tindakan yang segera dilakukan.

Lebih dari setengah populasi Afghanistan - sekitar 22,8 juta orang - menghadapi rawan pangan akut, sementara 3,2 juta anak balita bisa menderita kekurangan gizi akut, jelas WFP.

"Afghanistan sekarang ada di antara negara dengan krisis kemanusiaan terburuk di dunia," jelas David Beasley, direktur eksekutif WFP.

"Kita sedang menghitung mundur menuju bencana."

Pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban melemahkan ekonomi yang sudah rapuh dan bergantung pada bantuan asing. Negara Barat membekukan bantuan dan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional juga menghentikan pembayaran.

Suatu negara dianggap bergantung pada bantuan ketika 10 persen atau lebih dari produk domestik brutonya berasal dari bantuan luar negeri. Dalam kasus Afghanistan, sekitar 40 persen dari PDB adalah bantuan internasional, menurut Bank Dunia.

Dilansir dari laman BBC, Senin (25/10), banyak orang Afghanistan sekarang menjual harta benda mereka untuk membeli makanan. Pemerintahan Taliban yang baru diblokir dari mengakses aset luar negeri. Itu berarti upah untuk pegawai negeri dan pekerja lainnya juga ditahan.

"Sudah lebih dari lima bulan dari terakhir saya menerima gaji," kata seorang guru di Herat kepada BBC. "Hidup itu keras. Saya menjual apa pun yang kami miliki di rumah. Kami menjual hewan kami, menebang pohon kami untuk menjual kayunya."

"Orang-orang miskin di sini," kata seorang pria di Kandahar. "Kemarin saya melihat seorang wanita yang sedang melewati tempat sampah di hotel setempat, mengumpulkan sisa makanan. Saya bertanya mengapa dia melakukannya dan dia bilang dia tidak punya solusi lain, dia berusaha mencari makanan untuk anak-anaknya."

WFP memperingatkan musim dingin yang mengancam akan semakin mengisolasi warga Afghanistan yang bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup. Dan untuk pertama kalinya di Afghanistan, penduduk perkotaan menderita kerawanan pangan pada tingkat yang sama dengan masyarakat pedesaan, kata organisasi itu.

"Sangat mendesak bagi kami untuk bertindak secara efisien dan efektif untuk mempercepat dan meningkatkan pengiriman bantuan di Afghanistan sebelum musim dingin," jelas QU Dongyu, direktur Organisasi Pangan dan Pertanian PBB.

Pada bulan September, WFP memperingatkan hanya lima persen keluarga Afghanistan yang cukup makan setiap hari. Bahan-bahan dasar seperti minyak goreng dan gandum telah meroket harganya. Pada Oktober, satu juta anak berisiko meninggal karena kekurangan gizi akut.

September lalu lebih dari USD 1 miliar (Rp. 14 triliun) dijanjikan oleh masyarakat internasional pada sebuah konferensi di Jenewa untuk mendukung Afghanistan. Sepertiga dana dialokasikan untuk WFP.

Krisis pangan di Afghanistan telah diperparah oleh kekurangan air dan kekeringan parah.

Reporter magang: Ramel Maulynda Rachma [pan]

Baca juga:
Ramai-Ramai Eksodus ke Luar Negeri: Jurnalis Tidak Merasa Aman di Afghanistan
Aksi Perempuan-Perempuan Afghanistan Menuntut Hak di Depan Kantor Kepresidenan
Potret Salon Kecantikan yang Nekat Menentang Taliban
Potret Rehabilitasi Para Pecandu Narkoba ala Taliban
Malala Yousafzai Desak Taliban Izinkan Anak-Anak Perempuan Afghanistan Sekolah
Taliban Sebut Anak Perempuan Afghanistan Segera Diizinkan Kembali Sekolah

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Afghanistan
  3. Krisis Kemanusiaan
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini