Bantu Kurdi bikin wilayah otonom di Suriah, AS dinilai kian memperkeruh Timur Tengah

Kamis, 18 Januari 2018 07:16 Reporter : Pandasurya Wijaya
Bantu Kurdi bikin wilayah otonom di Suriah, AS dinilai kian memperkeruh Timur Tengah Pasukan Kurdi pasok makanan untuk warga sipil Suriah. ©REUTERS/Rodi Said

Merdeka.com - Rencana Amerika Serikat membentuk pasukan perbatasan dipimpin tentara Kurdi di sebelah timur laut Suriah memicu kekhawatiran akan memperburuk situasi di Timur Tengah dan membuat Suriah terpecah belah.

Pembentukan pasukan beranggotakan 30 ribu personel itu jelas ditolak Rusia, Turki, Iran, dan pemerintah Suriah. Pasukan itu juga dinilai bisa memicu perang baru yang bakal menyeret AS ke dalam konflik lebih jauh.

Pihak Kurdi dan pejabat Amerika sudah menyangkal tudingan semacam itu namun tetap saja kekhawatiran itu ada dan beralasan.

AS mengatakan pasukan perbatasan akan membantu mempertahankan wilayah sebelah timur laut Suriah yang dikuasai tentara Kurdi tergabung dalam Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang kini menjadi wilayah semi otonom. AS juga mengatakan akan menyokong pasukan ini sedikitnya selama dua tahun.

Juru bicara SDF Mustafa Bali kemarin mengatakan para tentara itu akan dilatih secara profesional sebagai penjaga perbatasan dan akan ditempatkan di sepanjang perbatasan Suriah dengan Turki dan Irak untuk mencegah kembalinya militan ISIS. SDF juga dikatakan akan mempertahankan wilayah mereka di sepanjang Sungai Eufrat.

tentara oposisi suriah berhasil rebut raqqa dari isis

Tentara oposisi Suriah berhasil rebut Raqqa dari ISIS ©REUTERS



Wilayah itu termasuk daerah yang direbut dari tangan ISIS oleh SDF, tentara Kurdi, dan milisi Arab. Ketiganya merupakan sekutu AS di Suriah. Namun belum ada kesepakatan tentang apa yang akan dilakukan terhadap wilayah itu ketika ISIS sudah dikalahkan.

Dilansir dari laman the New York Times, Rabu (17/1), tentara Kurdi yang mendominasi SDF selalu mengatakan wilayah itu akan tetap menjadi otonom di bawah federasi Suriah. Pejabat Amerika mengatakan mereka akan terus mendukung sekutunya di Suriah. Namun pemerintah Suriah dan sekutunya (Rusia, Iran) menolak pembagian wilayah itu, begitu pula kelompok oposisi Suriah.

Pihak yang paling berang dengan kondisi ini ada Turki, negara sekutu AS dan anggota NATO. Turki menentang pemerintah Suriah tapi mereka menganggap Kurdi sebagai musuh berbahaya yang bisa mengambil alih wilayah perbatasan sementara di saat yang sama mereka juga berupaya meredam pemberontak Kurdi. Turki bahkan kemarin langsung menyerbu wilayah Kurdi-Suriah di Afrin.

Pengamat Suriah Andrew J. Tabler dari Institut Washington untuk Kebijakan Timur Dekat mengatakan pasukan yang dibikin AS ini untuk memastikan ISIS benar-benar sudah dikalahkan dan bukan untuk membantu Kurdi menguasai wilayah untuk jangka panjang.

Namun pakar isu Suriah dari Universitas Oklahoma Joshua M. Landis mengatakan langkah AS ini sebetulnya mendukung pembentukan negara independen di sebelah utara Sungai Eufrat yang kaya minyak dan gas. Daerah itu punya pasukan sendiri dan ada pelajaran bahasa Kurdi di kurikulum sekolah.

"Wilayah itu akan secara de facto menjadi negara Kurdi yang akan dilindungi dan disokong AS," kata dia.

Bali menyatakan wilayah otonom itu tidak akan membuat Suriah terpecah-pecah, justru akan menjadi bagian dari Suriah baru yang lebih terdesentralisasi dan federal. Dia mengatakan kawasan itu tidak akan didominasi etnis Kurdi tapi menjadi pemerintahan yang mencakup warga Arab, Armenia, dan Suriah.

"Suriah seharusnya berbentuk federasi, seperti AS dan Rusia," kata Abdulkarim Umar, pejabat Kurdi-Suriah.

Pejabat Kurdi lain yang enggan disebut identitasnya mengatakan Kurdi tidak akan tunduk terhadap Turki dan pemerintah Suriah. [pan]

Baca juga:
Perang 'terselubung' Iran versus Israel di Suriah
Meratapi perayaan Natal di reruntuhan gereja Suriah
AS tak punya pilihan selain mengakui Assad tak bisa dijatuhkan
Kepanikan warga Ghouta timur saat digempur pasukan Assad
Ketika militan ISIS bertobat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini