Bantah senjatai Huthi dengan rudal, Iran sebut tuduhan AS palsu

Rabu, 25 April 2018 13:10 Reporter : Ira Astiana
Bantah senjatai Huthi dengan rudal, Iran sebut tuduhan AS palsu Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif. Reuters

Merdeka.com - Penemuan serpihan rudal sisa serangan kelompok Huthi menjadi bukti tak terbantahkan bahwa Iran telah mempersenjatai kelompok pemberontak tersebut dengan senjata rudal.

Namun klaim yang dituduhkan pemerintah Amerika Serikat itu dibantah keras oleh Iran.

Selama kunjungannya ke New York, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, menyebut bahwa Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley telah menampilkan bukti palsu terkait rudal yang dikerahkan pasukan Huthi ke Arab Saudi berasal dari Iran.

Haley sendiri telah mengundang wartawan dan dilpomat Dewan Keamanan PBB untuk melakukan penelusuran bukti sisa-sisa serangan di Saudi.

Pejabat militer AS yakin serpihan rudal yang tersisa merupakan milik Iran jika dilihat dari logo dan karakteristiknya. Namun Zarif menyebut logo itu berasal dari Institut Standar Nasional Iran yang biasanya mengatur barang-barang untuk dikonsumsi, bukan senjata.

Zarif membenarkan bahwa negaranya memang mendukung kelompok pemberontak Syiah, namun dia membantah mempersenjatai mereka dengan rudal.

"Itu logo yang menandakan kualitas. Ketika orang membeli barang, untuk melihat bahwa barang itu sudah diuji oleh Institut Standar Iran, maka dipasang logo itu. Misalnya, jika membeli keju, jika tertera logo itu, maka keju tersebut tidak akan membuat Anda sakit perut," katanya, dikutip dari laman Time, Rabu (25/4).

Sambil tertawa, Zarif menambahkan, "Maksud saya, tidak akan ada yang memasang logo Institut Standar Iran pada sebuah rudal".

Pada kesempatan itu, Zarif juga menunjuk pada bagian rudal sebesar truk yang ditemukan di Saudi dan kini telah dipindahkan ke pangkalan militer dekat Washington, AS. Rudal itu difoto di belakang Haley yang berfoto untuk konsumsi publik. Menurut Zarif, rudal itu telah ditembak jatuh di udara.

"Saya tidak mengatakan Duta Besar Haley yang memalsukan bukti itu, tetapi seseorang mengarang cerita dari bukti yang dia tunjukkan," tandasnya. [frh]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Iran
  3. Yaman
  4. Amerika Serikat
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini