Bank Sentral China Cuci Uang yang Berpotensi Tertular Virus Corona

Selasa, 18 Februari 2020 11:12 Reporter : Hari Ariyanti
Bank Sentral China Cuci Uang yang Berpotensi Tertular Virus Corona Ilustrasi uang. ©Shutterstock/mangostock

Merdeka.com - Ketika wabah virus corona atau Covid-19 terus menelan korban di China, bank sentral negara tersebut melakukan strategi baru untuk menangkal virus, yaitu melakukan pembersihan dan pencucian uang serta memusnahkan uang yang berpotensi tertular virus.

Langkah ini diumumkan Bank Rakyat China pada Sabtu, bertujuan untuk menangkal penyebaran virus. Banyak hal yang belum diketahui tentang virus ini, yang telah menginfeksi lebih dari 72.500 orang dan menyebabkan 1.868 orang meninggal dunia di China daratan.

Bangunan-bangunan di sejumlah wilayah yang terinfeksi rutin melakukan pembersihan menggunakan desinfektan di tombol lift, pegangan pintu, dan permukaan-permukaan yang bersentuhan langsung dengan manusia, dan orang-orang juga khawatir dengan uang, yang berpindah dari satu orang ke orang lain setiap harinya.

Dikutip dari CNN, Selasa (18/2), semua bank di China benar-benar melakukan pencucian uang, membersihkan bakteri dengan cahaya ultraviolet dan suhu tinggi, kemudian menyimpannya selama tujuh sampai 14 hari sebelum menyebarkannya ke nasabah. Demikian diungkapkan pemerintah China dalam konferensi pers Sabtu lalu.

Uang tunai yang berasal dari wilayah yang memiliki risiko tinggi infeksi, seperti rumah sakit dan pasar tradisional mendapat perlakuan khusus dan dikirim kembali ke bank sentral.

1 dari 1 halaman

Menurut tabloid Global Times yang dikelola pemerintah, di bank sentral cabang Guangzhou, uang kertas berisiko tinggi akan dimusnahkan. Untuk mengamankan pasokan, bank akan mengeluarkan sejumlah besar uang tunai baru yang tidak terinfeksi.

Pada bulan Januari, bank mengalokasikan 4 miliar yuan (sekitar USD 573,5 juta) dalam uang kertas baru ke Wuhan, menurut siaran pers pemerintah.

Langkah-langkah lain termasuk menangguhkan transfer tunai fisik antar provinsi yang tertimpa bencana, untuk membatasi kemungkinan penularan virus. Tidak jelas bagaimana uang tunai bisa terinfeksi, virus kemungkinan mati setelah beberapa jam di permukaan, terutama jika telah diatasi dengan disinfektan. Dan sebagian besar orang di pusat kota tidak menggunakan uang tunai - aplikasi pembayaran seluler hampir ada di mana-mana. [pan]

Baca juga:
Bisakah Pengobatan Tradisional China Menyembuhkan Pasien Corona?
Perjuangan Petugas Medis Tangani Pasien Virus Corona, 6 Meninggal
Virus Corona Bikin Rasio Kredit Macet BTN Sulit Ditekan
Tentara Medis China Terus Dikerahkan Tangani Pasien COVID-19 di Wuhan
Genjot Pariwisata di Tengah Corona, Pemerintah Bakal Beri Diskon Bagi Wisatawan
Kemkominfo Imbau Penyelenggara Pos Antisipasi Virus Corona
Virus Corona Hingga Pemilu AS Pengaruhi Ekonomi Indonesia Tahun Ini

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini