Bank Dunia Turun Tangan Atasi Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo

Kamis, 25 Juli 2019 13:12 Reporter : Merdeka
Bank Dunia Turun Tangan Atasi Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo Ruang isolasi penderita Ebola. ©REUTERS/Suzanne Plunkett

Merdeka.com - Bank Dunia mengucurkan bantuan senilai USD 300 juta atau Rp4,19 triliun kepada Republik Demokratik Kongo untuk membantu mengatasi wabah Ebola yang telah berlangsung selama setahun. Bank Dunia turun tangan setelah WHO meningkatkan status wabah ini menjadi darurat kesehatan masyarakat internasional.

Dana dikucurkan senilai USD 100 juta pada Agustus 2018, dan sisa USD 200 juta lainnya akan dicairkan dalam enam bulan ke depan.

"Bersama-sama, kita harus mengambil tindakan segera untuk menghentikan epidemi Ebola yang mematikan, yang menghancurkan kehidupan dan mata pencaharian di Republik Demokratik Kongo," kata Kepala Eksekutif Bank Dunia, Kristalina Georgieva, dilansir dari Channel News Asia pada Kamis (24/7).

"Masyarakat dan petugas kesehatan di garis depan wabah ini sangat membutuhkan lebih banyak dukungan dan sumber daya dari komunitas internasional, untuk mencegah krisis memburuk di dalam negeri dan risiko penyebaran lintas batas," lanjutnya.

Wakil Presiden Bank Dunia, Annette Dixon menyampaikan dana baru itu sebagai tanda kegigihan dalam memerangi Ebola.

"Republik Demokratik Kongo memiliki rekam jejak yang baik ketika cepat mengakhiri pandemi Ebola sebelumnya. Tapi, wabah saat ini terkonsentrasi di wilayah yang sangat miskin di sana dan rawan konflik," kata Nixon kepada AFP.

Sejak Agustus tahun lalu, Ebola telah menewaskan lebih dari 1.700 dari 2.500 orang yang terinfeksi di Republik Demokratik Kongo. Itu merupakan epidemi terbesar kedua sejak lebih dari 11.300 orang meninggal antara tahun 2014 dan 2016 di Liberia, Guinea dan Sierra Leone.

Menteri Kesehatan Republik Demokratik Kongo, Oly Ilunga mengundurkan diri pada hari Senin, menyusul perselisihan dengan Presiden Felix Tshisekedi mengenai penanganan Ebola. Dia berencana memperkenalkan vaksin kedua, namun tidak segera ditanggapi pemerintah setempat.

"Tapi itu belum menggagalkan upaya (penanganan khusus) di negara itu," kata Dixon.

Virus Ebola sangat menular dan memiliki tingkat kematian rata-rata sekitar 50 persen. Penyakit ini ditularkan ke manusia dari hewan liar, dan menyebar di antara orang-orang melalui kontak dekat dengan darah, cairan tubuh, sekresi atau organ yang terinfeksi.

Sementara lebih dari 160.000 orang di Provinsi Kivu Utara dan Ituri, dua daerah paling terdampak telah divaksinasi, setelah sebelumnya sempat terhambat oleh kerusuhan parah di wilayah tersebut, dan kurangnya kepercayaan pada masyarakat terhadap petugas kesehatan.

Dixon mengatakan, prioritas utama sekarang adalah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat setempat, termasuk menyediakan perawatan medis gratis. Dengan demikian, penduduk akan merasa nyaman melaporkan masalah kesehatan dan virus dapat ditelusuri.

Pendanaan tersebut juga akan digunakan untuk program "cash-for-work", yang membayar pengangguran lokal berpartisipasi dalam proyek infrastruktur, untuk mengurangi kemiskinan di wilayah tersebut, dan menghilangkan hambatan keuangan di masyarakat yang sangat tertekan.

Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo
Sumber: Liputan6 [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Virus Ebola
  2. Kongo
  3. Bank Dunia
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini