Banjir lumpuhkan Ibu Kota Filipina

Selasa, 7 Agustus 2012 22:06 Reporter : Ardyan Mohamad
Banjir lumpuhkan Ibu Kota Filipina Relawan sedang mengupayakan evakuasi di perkampungan daerah Marikina, Ibu Kota Manila, Filipina, setelah banjir melumpuhkan kota itu, Selasa (7/8). (c) Erick de Castro/Reuters

Merdeka.com - Ibu Kota Manila, Filipina, sejak sore tadi waktu setempat, lumpuh akibat banjir besar selepas hujan tidak berhenti sepanjang hari. Hingga berita ini dilansir, sembilan orang dilaporkan tewas akibat musibah itu.

Banjir saat ini di beberapa distrik sudah mencapai ketinggian leher orang dewasa. Akibatnya lebih dari 250 ribu warga terpaksa mengungsi, terutama penduduk kawasan padat di pinggiran Manila. Petugas dari badan Metereologi Pusat Jean Navarez mengaku kawasan ibu kota dikepung banjir. "Sudah ada laporan masuk, lebih dari 50 persen wilayah Metro Manila banjir," kata dia seperti dilaporkan BBC, Selasa (7/8).

Hujan deras selama lebih dari 24 jam mengakibatkan banjir ini terpicu oleh serangan Topan Saola pekan lalu yang merenggut 50 korban tewas. Kondisi Filipina diperkirakan belum akan membaik sebab akan datang Badai Haikui susulan dari arah Taiwan.

Pusat perbelanjaan, sekolah, kantor, dan bursa saham di Manila tidak beroperasi. Apabila Bendungan La Mesa, dam yang menampung cadangan air ibu kota jebol, dikhawatirkan banjir bakal memburuk.

Sembilan korban tewas diakibatkan longsor di Quezon City, kota satelit Manila. Untuk sementara belum ada kabar apakah ada warga meninggal di kawasan ibu kota.

Sejauh ini pemerintah Filipina telah mengupayakan 18 ribu titik evakuasi bagi penduduk. Diperkirakan sebanyak 800 ribu jiwa terkena dampak banjir besar ini. Presiden Benigno Aquino meminta setiap warga sipil dan militer saling membantu. "Siapapun harus melakukan apa yang dia bisa untuk meringankan beban saudara kita," ujar dia. [fas]

Topik berita Terkait:
  1. Banjir Bandang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini