Bangunan Sekolah Runtuh di Nigeria, 100 Siswa Terperangkap

Kamis, 14 Maret 2019 10:48 Reporter : Tim Merdeka
Bangunan Sekolah Runtuh di Nigeria, 100 Siswa Terperangkap Bangunan runtuh di Kenya. ©REUTERS/Baz Ratner

Merdeka.com - Gedung sekolah empat lantai di Lagos, Nigeria roboh pada Rabu (13/3) pukul 10.00 waktu setempat. Akibat kejadian itu, sekitar 100 anak-anak diprediksikan terperangkap di dalam reruntuhan bangunan.

Saat ini petugas keamanan telah berhasil menyelamatkan 25 orang dan beberapa di antaranya dinyatakan tewas. Jumlah pasti korban meninggal belum dirilis hingga saat ini.

"Kami telah menyelamatkan sekitar 25 orang, beberapa sudah meninggal,” kata Gubernur Lagos, Akinwunmi Ambode, dilansir dari Aljazeera, Kamis (14/3).

Bangunan yang berlokasi di dekat Pasar Itafaji, Pulau Lagos itu merupakan gedung SD dan TK. Karenanya, mayoritas korban diprediksi anak-anak.

“Dipercayai bahwa banyak orang, termasuk anak-sanak saat ini terjebak di dalam gedung,” kata juru bicara wilayah barat daya di Badan Manajemen Darurat Nasional Nigeria.

Saat ini, sejumlah personel kepolisian telah diterjunkan, berusaha membersihkan puing-puing bangunan. Warga juga turut berkumpul di lokasi kejadian. Mereka memberikan dukungan kepada petugas evakuasi. Beberapa orangtua yang panik sempat tersulut emosi dan menimbulkan konflik yang terjadi di tengah kerumunan.

Dari puing-puing bangunan, tampak tas-tas sekolah dan mainan berserakan. Hal itu tampak jelas saat buldoser membersihkan reruntuhan.

Menurut warga, sekitar 100 anak masuk sekolah pada hari itu dan kebanyakan berada di lantai tiga. Selain sekolah, di dalam bangunan itu juga terdapat toko, kantor, serta unit yang digunakan sebagai rumah.

Tak ingin berpangku tangan, warga Lagos juga turut membantu evakuasi, menolong korban yang terperangkap dengan tangan kosong. Para pejalan kaki yang melintas juga ikut membantu.

“Saya baru saja melintas, mendengar sebuah bangunan roboh, jadi saya harus segera menolong orang-orang yang di sana, menyelamatkan mereka yang masih bisa diselamatkan,” kata seorang pria yang menjadi relawan.

Sumber yang sama juga mengatakan beberapa korban telah diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit. Saksi mata mengatakan bangunan itu runtuh tanpa adanya peringatan sebelumnya.

“Kami merokok di luar saat bangunan tiba-tiba runtuh,” kata Olamde Nuzbah.

Hingga berita ini terbit, belum diketahui pasti terkait penyebab robohnya bangunan tersebut. Meski demikian, perlu diketahui di Pulau Lagos pernah terjadi peristiwa serupa. Hal itu diduga berkaitan dengan banyaknya bangunan yang dibangun tanpa izin resmi.

“Adalah umum untuk menemukan sekolah di daerah perumahan dan lokasi lain yang tidak diperuntukkan bagi institusi pendidikan,” kata reporter Aljazeera.

Gubernur setempat berjanji melakukan penyelidikan komprehensif. Hal itu menanggapi kemarahan warga yang tidak terbendung. Runtuhnya bangunan sering kali terjadi di Nigeria karena lemahnya penegakan peraturan dan konstruksi bangunan yang buruk.

Salah satu insiden yang memakan banyak korban jiwa terjadi pada September 2014. Saat itu, 116 orang meninggal akibat runtuhnya bangunan enam lantai. Kemudian pada 2016, 60 orang tewas dalam kejadian nahas runtuhnya gereja di Nigeria tenggara.

Reporter: Siti Khotimah
Sumber: Liputan6 [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini