Bangladesh Pertimbangkan Hukuman Mati Bagi Pelaku Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual

Minggu, 11 Oktober 2020 10:33 Reporter : Hari Ariyanti
Bangladesh Pertimbangkan Hukuman Mati Bagi Pelaku Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual Ibu-ibu berunjuk rasa membawa spanduk berisi foto korban permerkosaan Nusrat Jahan Rafi di Dhaka, Ba. ©AFP

Merdeka.com - Unjuk rasa pecah di Bangladesh pada Sabtu di mana ratusan orang turun ke jalan menuntut keadilan setelah serangkaian pemerkosaan dan pelecehan seksual mendorong pemerintah mempertimbangkan hukuman berat bagi pelaku.

Sejumlah kasus pemerkosaan meningkat di Bangladesh dalam beberapa tahun terakhir, di mana pemerkosaan massal terhitung lebih dari seperlima dari hampir 1.000 kasus yang dilaporkan antara Januari dan September, kata kelompok hak asasi manusia Ain-o-Salish Kendra.

"Gantung pemerkosa!" teriak para pengunjuk rasa yang berkumpul di ibu kota Dhaka dan tempat lain, di mana ratusan pelajar juga berada di antara massa, dikutip dari Alarabiya, Minggu (11/10).

Sejumlah pengunjuk rasa membawa plakat bertuliskan pesan seperti "Tak ada ampun bagi pemerkosa" dan "Tolong katakan padaku, apakah aku yang berikutnya?"

Unjuk rasa pekan ini mendorong pemerintah mempertimbangkan untuk memperkenalkan hukuman mati bagi pemerkosa, di mana kabinet pemerintah dijadwalkan menerima usulan amandemen mendesak pada Senin.

"Kami membuat usulan atas perintah Perdana Menteri Sheikh Hasina," kata Menteri Hukum, Anisul Huq kepada Reuters.

"Kami ingin memastikan mereka yang bersalah mendapat hukuman paling berat," lanjutnya.

Baca Selanjutnya: Demo Dipicu Video Pemerkosaan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini