Banci di Malaysia rentan diskriminasi

Kamis, 25 September 2014 18:31 Reporter : Ardini Maharani
Banci di Malaysia rentan diskriminasi Bencong Malaysia. reuters

Merdeka.com - Menjadi transgender di Malaysia bagai neraka. Mereka harus menghadapi kekerasan sistematis, pelecehan, dan penganiayaan. Otoritas pun secara rutin melakukan penangkapan.

Stasiun televisi Al Jazeera melaporkan, Kamis (25/9), kelompok hak asasi Human Rights Watch (HRW) berbasis di Amerika Serikat merilis sebuah laporan rincian pelanggaran atas transgender di negara Asia Tenggara. "Kaum ini diserang, diperas, dipermalukan oleh otoritas dengan perlakuan tidak senonoh dan menghambar mereka menerima hak kesehatan, pekerjaan, dan pendidikan," ujar direktur advokasi bagi hak lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) HRW, Boris Dittirch.

Dittirch menuding situasi makin buruk lantaran Islamisasi makin ketat di Malaysia. Meski hukum berbasis inggris namun ada praktik syariah berlaku hanya untuk muslim.

Dalam syariah Islam melarang lelaki berpakaian seperti perempuan atau akan dijebloskan ke penjara tiga tahun. Beberapa negara bagian di Malaysia juga melarang ganti kelamin.

HRW mendapat laporan langsung dari pelaku transgender. Salah satunya bernama Victoria. Dia pernah ditelanjangi dan dianiaya petugas kepolisian di muka umum. "Saya benar-benar dipermalukan. Semua orang malah memotret tubuh saya yang telanjang," ujarnya.

Sementara homoseksual bisa diganjar hukuman penjara hingga 20 tahun. [din]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Malaysia
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini