Balas Serangan Roket, Israel Bombardir Gaza

Selasa, 26 Maret 2019 15:55 Reporter : Merdeka
Balas Serangan Roket, Israel Bombardir Gaza Serangan udara Israel gempur Gaza. ©AFP/MAHMUD HAMS

Merdeka.com - Israel melancarkan serangan udara terhadap pos-pos kelompok Hamas di Jalur Gaza tadi malam. Serangan itu merupakan balasan setelah beberapa jam sebelumnya sebuah roket menghantam sebuah rumah di utara Tel Aviv pada hari yang sama.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan, kantor pemimpin politik Hamas, Ismail Haniya di Distrik Rimal, Gaza City; dan markas intelijen militer kelompok itu adalah di antara target, demikian seperti dikutip dari BBC, Selasa (26/3).

IDF juga mengatakan jet tempurnya menargetkan kantor Layanan Keamanan Internal Hamas, serta sebuah bangunan tiga lantai di distrik Sabra di Gaza City timur yang berfungsi sebagai "markas rahasia" Pasukan Keamanan Umum Hamas, Badan Intelijen Umum dan Intelijen Militer.

Sementara itu kantor berita resmi Otoritas Palestina (PA), Wafa, melaporkan bahwa jet-jet Israel menembakkan rudal di dua lokasi di pusat Kota Gaza dan di distrik Shujaiya timur.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan tujuh orang terluka dalam serangan itu.

IDF sebelumnya menyalahkan Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, atas peluncuran roket yang menghantam komunitas Israel di Mishmeret, utara Tel Aviv, melukai tujuh orang.

"Israel tidak akan menolerir ini," Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada wartawan di Washington, Amerika Serikat saat menghadiri undangan Presiden AS Donald Trump yang secara resmi mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan yang diduduki. Dataran Tinggi Golan dicaplok Israel dari Suriah pada tahun 1967 dalam Perang Timur Tengah.

Sejauh ini tidak ada kelompok militan Palestina yang mengatakan mereka menembakkan roket. Seorang pejabat Hamas yang tidak disebutkan namanya mengatakan "tidak berminat" untuk melakukannya, menurut laporan BBC.

Hamas Minta Gencatan Senjata

Pada pukul 22:00 waktu setempat (20:00 GMT), para pejabat Hamas mengatakan kepada kantor berita bahwa gencatan senjata telah dicapai dengan bantuan para mediator Mesir.

Israel tidak mengomentari klaim tersebut. IDF kemudian mencuit di Twitter pada Senin malam bahwa "puluhan roket" dari Gaza sedang ditembakkan ke Israel.

Sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel menembak jatuh beberapa roket dan mayoritas jatuh di lapangan terbuka, kata para pejabat. Tidak ada korban yang dilaporkan.

Sebelumnya, sebuah roket yang diduga diluncurkan dari daerah Rafah di Gaza selatan menghantam sebuah rumah di Mishmeret, sekitar 50 km di utara Tel Aviv, menyebabkan kerusakan parah dan membakar bangunan.

Itu adalah roket terjauh yang diduga dari Gaza untuk mencapai Israel sejak konflik 2014.

Juru bicara IDF, Mayor Mika Lifshitz mengatakan, Hamas - yang telah berperang tiga kali dengan Israel sejak 2008 dan masuk dalam daftar kelompok teroris oleh Israel, AS, Uni Eropa, dan Inggris - merupakan pihak yang patut disalahkan atas peluncuran itu.

"Ini roket Hamas, itu sendiri dibuat oleh Hamas," katanya. "Ia memiliki kemampuan untuk mencapai lebih dari 120 km."

"Kami melihat Hamas bertanggung jawab atas semua yang terjadi di Jalur Gaza," tambahnya.

Reporter: Rizki Akbar Hasan

Sumber: Liputan6.com [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini