Baghdadi serukan jihad dalam rekaman suara pesan Idul Adha

Kamis, 23 Agustus 2018 15:46 Reporter : Pandasurya Wijaya
Baghdadi serukan jihad dalam rekaman suara pesan Idul Adha Abu Bakar al-Baghdadi. nationalreview.com

Merdeka.com - Pemimpin kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi menyerukan kepada warga muslim untuk berjihad dalam pesan teranyar Idul Adha yang dirilis kemarin.

Baghdadi juga dilaporkan mengajak kaum muslim menyerang negara Barat melalui pesan Telegram itu.

Dilansir dari laman the Straits Times, Kamis (23/8), sebelumnya rekaman suara Baghdadi yang terakhir beredar pada September tahun lalu.

"Mereka yang melupakan agama, kesabaran, dan jihad melawan musuh serta takdir Allah akan kalah dan tercela," kata dia.

ISIS menguasai banyak wilayah di Suriah dan Irak pada 2014, tak lama setelah mengumumkan 'kekhalifahan'.

Namun sejak setahun terakhir ISIS mengalami banyak kekalahan dan wilayah mereka direbut kembali oleh pasukan Irak dan Suriah.

"Kekhalifahan akan bertahan, insya Allah," kata Baghdadi dalam rekaman suara kemarin, meyakinkan anggotanya di Timur Tengah, Asia, dan Afrika.

Tidak diketahui kapan rekaman itu dibuat tapi dia mengkritik anggaran dana sebesar USD 100 juta yang dijanjikan Arab Saudi untuk pembangunan kembali wilayah sebelah timur laut Suriah.

Dia juga mengancam Amerika Serikat dan Rusia yang terus menggempur ISIS dengan mengatakan pasukannya sudah menyiapkan 'malapetaka' bagi mereka.

Selain itu Baghdadi juga mengecam pemberontak Suriah yang menyerah kepada pasukan Suriah dengan menyepakati perjanjian.

Abu Bakar al-Baghdadi ©2018 Merdeka.com



Baghdadi pertama kali muncul ke publik di Kota Mosul, Irak, pada Juli 2014, ketika mengumumkan kekhalifahannya.

Dia sudah beberapa kali dinyatakan tewas namun intelijen Irak Mei lalu mengatakan dia masih hidup di wilayah Suriah dekat perbatasan Irak. Dia dikatakan selalu berpindah-pindah dengan kelompok kecil pengawalnya.

Pria asal Irak itu pernah dinobatkan sebagai manusia paling dicari di muka bumi dan AS menyiapkan hadiah senilai USD 25 juta bagi yang bisa menangkapnya. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini