Baghdadi Bayar Musuh Buat Perlindungan Tapi Dikhianati Orang Dekatnya Sendiri

Kamis, 31 Oktober 2019 14:42 Reporter : Pandasurya Wijaya
Baghdadi Bayar Musuh Buat Perlindungan Tapi Dikhianati Orang Dekatnya Sendiri Abu Bakar al-Baghdadi. ©AFP

Merdeka.com - Pemimpin kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi bisa bersembunyi di kawasan gurun Suriah karena dia membayar kepada sebuah kelompok militan rival ISIS namun kemudian dia dikhianati. Demikian hasil analisis penyelidik berdasarkan bukti kuitansi yang ditemukan di lokasi persembunyian Baghdadi.

Kuitansi yang menunjukkan cukup telitinya dokumentasi ISIS memperlihatkan kelompok itu membayar sedikitnya USD 67.000 atau setara Rp 939 juta kepada kelompok Huras al-Din, cabang tidak resmi Al Qaidah dan musuh dari ISIS.

Laman the New York Times melaporkan, Kamis (31/10), ketika kelompok musuh ISIS itu menjaga kerahasiaan lokasi Baghdadi, dia akhirnya dikhianati oleh orang kepercayaannya, demikian ujar dua pejabat AS kemarin. Akibat pengkhianatan itu pasukan AS bisa melancarkan penggerebekan Sabtu malam lalu.

Rincian lain dari penggerebekan itu muncul kemarin dalam jumpa pers yang digelar Pentagon. Dalam penggerebekan itu pasukan AS menemukan sejumlah komputer jinjing dan ponsel dari tempat persembunyian Baghdadi dan enam orang kemudian tewas akibat baku tembak. Baghdadi lalu tewas bersama dua anaknya ketika dia meledakkan bom bunuh diri

1 dari 3 halaman

Buku Kuitansi

rev1

Selama beberapa bulan terakhir Baghdadi bersembunyi di sebuah vila terpencil di tengah gurun di Barishan, desa di Provinsi Idlib yang banyak dihuni kelompok militan dan berjarak ratusan kilometer dari lokasi yang dulunya pernah dikuasai ISIS di sepanjang perbatasan Irak dan Suriah.

Lokasi itu sebetulnya menjadi tempat yang sangat tidak aman bagi Baghdadi, apalagi dia adalah orang yang paling dicari sejagat. Anggota Huras al-Din sebelumnya sudah saling bunuh dengan ISIS.

Buku kuitansi ISIS itu ditemukan oleh kontak dari Asaad Al Muhammad, seorang pensiunan intelijen AS di lapangan. Buku itu mirip dengan sejumlah buku kuitansi lainnya yang ditinggalkan ISIS di kantor-kantor yang pernah mereka kuasai.

Dalam buku itu ada delapan kuitansi dari awal 2017 hingga pertengahan 2018 yang memperlihatkan pembayaran oleh ISIS kepada anggota Hurras al Din untuk keamanan dan perlengkapan media, gaji, dan pengeluaran logistik. Kuitansi itu dibuat dengan logo Kementerian Keamanan ISIS dan ditandatangani oleh pejabat yang diidentifikasi sebagai anggota Hurras al Din.

Salah satu kuitansi pada pertengahan 2018 menyatakan pembayaran sebesar USD 7.000 atau sekitar Rp 98 juta untuk persiapan markas bagi saudara yang tiba dari Provinsi Al Khair, sebutan ISIS untuk kawasan Deir al Zour di timur Suriah. Wilayah itu adalah salah satu kawasan terakhir yang dikuasai ISIS di Suriah sampai akhirnya berhasil direbut Kurdi awal tahun ini.

Kuitansi itu memperlihatkan Hurras al Din membantu pemindahan anggota ISIS untuk keluar dari kawasan tersebut ketika mereka mendapat tekanan dari milisi Kurdi yang didukung Amerika.

Almuhammad yang kini peneliti senior di Universitas George Washington untuk Program Ekstremisme, mengatakan, kuitansi itu memperlihatkan kedua kelompok militan itu masih menganggap musuh satu sama lain. ISIS tampaknya ingin menyusup ke Hurras al Din.

Catatan kuitansi itu tidak menandakan ada ikatan persekutuan antara organisasi kedua kelompok, kata Ayman jawad al-Tamimi, pengamat independen Suriah.

2 dari 3 halaman

Baghdadi di Idlib Sejak Juli

idlib sejak juli rev1

Pengumuman kematian Baghdadi Minggu kemarin memang cukup mengejutkan banyak pihak. Runutan peristiwa ini bisa ditarik hingga ke Februari lalu ketika ISIS belum mampu masuk ke wilayah yang dikuasai rivalnya di Provinsi Idlib, dekat perbatasan Turki, namun mereka sudah menempati wilayah itu sebagai lokasi perlindungan.

Awal Februari ketika kekhalifahan ISIS sudah semakin menyusut, pasukan milisi Kurdsi SDF sementara menghentikan penyerangan dan membuka komunikasi dengan ISIS. Dalam negosiasi itu para pemimpin ISIS meminta jalur aman untuk menuju Idlib guna berkumpul dengan para anggota mereka di sana. Hal itu menandakan ISIS kemungkinan sudah punya wilayah kekuasaan di daerah itu.

Dua pejabat AS yang enggan diketahui identitasnya mengatakan Baghdadi sudah tiba di tempat persembunyiannya di Idlib itu pada Juli lalu.

Selama 3,5 bulan hingga penggerebekan Sabtu lalu, intelijen AS terus memantau wilayah itu. Mereka menilai terlalu berbahaya jika pasukan khusus AS masuk daerah itu karena di sana masih ada kelompok simpatisan Al Qaidah dan karena Rusia serta pemerintah Suriah masih menguasai wilayah udara.

3 dari 3 halaman

Dikhianati

Setelah presiden Trump mengumumkan penarikan mundur pasukan AS dari utara Suriah dua pekan lalu, operasi penggerebekan kemudian mulai direncanakan karena Pentagon khawatir mereka akan kehilangan pantauan pergerakan Baghdadi.

Meski ISIS membayar kelompok militan musuh untuk perlindungan, tapi Baghdadi akhirnya dikhianati oleh salah satu orang terdekat dan kepercayaannya. Demikian dikatakan pejabat AS.

Identitas si informan belum diungkap karena khawatir soal keselamatannya. Tapi salah satu orang yang mengetahui masalah ini menyebut si informan adalah orang yang sangat dekat dan orang kepercayaan Baghdadi.

Sang informan itu direkrut oleh sayap intelijen milisi Kurdi, SDF, yang punya kontak jaringan di wilayah itu. Sang informan juga adalah orang yang mencuri sepasang celana dalam Baghdadi dan mendapatkan sampel darah untuk uji DNA guna memastikan orang yang selama ini dipantau adalah benar-benar Baghdadi sendiri, kata Mazlum Abdi kepada the New York Times.

Sejumlah anggota ISIS yang mengetahui keadaan Baghdadi dalam lima tahun terakhir mengatakan dia menjadi sangat takut tentang kemungkinan ada orang dekatnya yang sudah disusupi dan dia hanya mempercayakan keamanannya kepada segelintir orang dekatnya serta anggota keluarganya. [pan]

Baca juga:
Pentagon Rilis Video Penggerebekan Baghdadi di Suriah
Komunitas Yazidi Nilai Kematian Baghdadi Tak Sebanding dengan Kekejaman ISIS
Donald Trump Klaim Pengganti Baghdadi Dibunuh Tentara AS
Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi Tewas, Indonesia Tetap Waspada
Kandidat Pemimpin ISIS Mulai Muncul Setelah Kematian Baghdadi
Pangeran MBS Ucapkan Selamat kepada Trump Terkait Kematian Baghdadi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini