Australia ungkit kebaikan pernah bebaskan WNI dari hukuman mati

Senin, 23 Februari 2015 10:55 Reporter : Pandasurya Wijaya
Australia ungkit kebaikan pernah bebaskan WNI dari hukuman mati Terpidana mati Bali Nine. ©AFP PHOTO/Jewel Samad

Merdeka.com - Media Australia the Sydney Morning Herald dan Daily Mail Australia hari ini menurunkan berita tentang tiga warga negara Indonesia (WNI) penyelundup narkoba yang akan menghirup udara bebas dan bisa pulang ke Tanah Air dari penjara Australia tiga tahun lagi.

Mereka kedapatan membawa narkoba 47 kali lebih banyak ketimbang dua warga Australia dari kelompok Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, yang akan dieksekusi di Indonesia.

Ketiga WNI itu adalah Kristio J Mandagi (nakhoda), Saud Siregar (kepala kantor), dan Ismunandar (kepala mesin), awak kapal kargo Uniana yang direkrut agen pelayaran Singapura.

Mereka ditangkap pada Oktober 1998 di lepas pantai Grants Beach, New South Wales, Australia, dengan tuduhan membawa heroin 252,3 kilogram, senilai Rp 7,7 triliun. Sedangkan Chan dan Sukumaran akan dieksekusi karena membawa 8,3 kilogram narkoba.

Ketiganya dihukum karena dianggap ikut bertanggung jawab atas upaya penyelundupan heroin.

Dari 11 awak kapal, hanya tiga yang diproses hukum, yakni Kristio (divonis 19 tahun), Saud, dan Ismunandar (20 tahun), karena mereka unsur pimpinan kapal.

Mereka kini berada di penjara Lithgow Correctional Facility di New South Wales. Di penjara itu mereka menikmati sel sendiri dengan ruang toilet dan pancuran air. Mereka juga mendapat fasilitas ruang olahraga dan bisa mendapat penghasilan Rp 500 ribu sepekan karena bekerja di dalam penjara.

Kondisi itu sungguh kontras dengan Lapas Kerobokan, Bali, tempat Chan dan Sukumaran ditahan.

Di Pengadilan Negeri New South Wales Mandagi divonis hukuman penjara seumur hidup selama 25 tahun. Tapi kemudian dia banding dan mendapat hukuman penjara 19 tahun dan bisa bebas bersyarat pada 13 Oktober 2017. Saud dan Ismunandar bisa mengajukan permintaan yang sama setahun kemudian. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini