Australia Pangkas Dana Bantuan Pembangunan ke Indonesia

Kamis, 4 April 2019 13:14 Reporter : Ira Astiana
Australia Pangkas Dana Bantuan Pembangunan ke Indonesia Adelaide, Australia. ©2014 Merdeka.com/sydney-australia.biz

Merdeka.com - Pemerintah Australia kembali memangkas dana bantuan untuk pembangunan Indonesia dalam RAPBN 2019/20. Total dana bantuan yang tahun lalu senilai USD 331,3 juta atau sekitar Rp 3,3 triliun menjadi USD 298,5 juta.

Bantuan yang disebut Official Development Assistance atau ODA itu tercantum dalam RAPBN yang disampaikan Menteri Perbendaharaan Negara (Treasurer) Josh Frydenberg untuk dibahas di parlemen pekan ini.

Khusus untuk Indonesia, diproyeksikan total dana ODA tahun ini senilai kurang-lebih Rp 3 triliun atau terjadi penurunan sekitar 10 persen dibanding tahun anggaran sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, 255,7 juta dolar atau sekitar Rp 2,5 triliun lebih berupa bantuan bilateral yang akan dikelola Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT).

Terkait RAPBN kali ini, DFAT menyatakan meski Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang stabil, namun pembangunan tidak berjalan merata di seluruh daerah.

"Lebih dari 72 juta rakyat Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan menurut standar Bank Dunia 3,2 dolar perhari," tambahnya seperti dikutip dari ABC Indonesia, Kamis (4/4).

Namun demikian Australia, katanya, terus mendukung upaya Indonesia dalam mengatasi ketimpangan, menjaga stabilitas sosial, mempromosikan toleransi dan pluralisme serta mengatasi kekerasan esktremisme.

Dalam keterangan pers bersama, Menteri Luar Negeri Australia Senator Marise Payne dan Menteri Perdagangan Senator Simon Birmingham menyebutkan tetangga Australia di ASEAN telah mengalami transisi dari negara berkembang menuju negara maju.

"Kami menginvestasikan 121 juta dolar Australia untuk menyediakan bantuan teknis ke pemerintah negara-negara ASEAN dalam menangani pembangunan infrastruktur, termasuk menghindari jebakan utang dari negara lain," katanya.

Kedua menteri menambahkan hal itu pada gilirannya akan mendorong permintaan atas produk ekspor Australia serta memfasilitasi barang murah bagi konsumen Australia.

Secara keseluruhan, Australia memotong dana bantuan luar negerinya sebesar 117 juta dolar Australia. Tahun lalu, negara ini menyalurkan bantuan luar negeri sebesar 4,16 miliar dolar Australia ke berbagai negara, sementara tahun ini turun menjadi 4,04 miliar dolar Australia atau sekitar Rp 40 triliun.

Disebutkan, Pemerintahan PM Scott Morrison kini semakin meningkatkan keterlibatan di kawasan Indo-Pasifik, termasuk melalui program Pacific Step-Up.

Dari total dana bantuan ODA tahun ini, Pemerintahan Morrison akan menyalurkan 1,4 miliar dolar Australia atau sekitar Rp 14 triliun untuk negara-negara Pasifik.

Melalui skema fasilitas pembiayaan khusus, negara ini akan membantu pembangunan infrastruktur di negara-negara Pasifik senilai sekitar Rp 20 triliun. Proyek ini akan dimulai pada 1 Juli 2019. Tidak hanya itu, Australia juga berencana memberikan bantuan beasiswa baru bagi mahasiswa dari negara Pasifik.

Sumber: Liputan6 [ias]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini