Australia Imbau Warga Asing Pulang ke Negara Masing-masing, Kemlu Serahkan ke WNI

Rabu, 8 April 2020 15:05 Reporter : Iqbal Fadil
Australia Imbau Warga Asing Pulang ke Negara Masing-masing, Kemlu Serahkan ke WNI perdana menteri australia scott morrison. ©AFP

Merdeka.com - Menanggapi imbauan pemerintah Australia agar pemegang visa kunjungan dan mahasiswa asing pulang ke negara masing-masing di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Luar Negeri RI menyerahkan keputusan kepada para WNI dan mahasiswa Indonesia yang berada di Negeri Kanguru itu.

"Sifat kebijakan Australia adalah imbauan. Jadi keputusan diserahkan kepada masing-masing individu, sesuai dengan kondisi mereka. Termasuk jika mereka memutuskan untuk pulang secara mandiri," kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI Judha Nugraha kepada Antara, Rabu (8/4).

Kebijakan tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Australia Scott Morrison usai bertemu dengan Kabinet Nasional, Jumat pekan lalu.

Morrison mengatakan mereka yang berada di Australia dengan berbagai jenis visa, termasuk di antaranya pengunjung dan mahasiswa internasional, dan tidak bisa menyokong kehidupan mereka sendiri, maka "ada alternatif bagi mereka untuk kembali ke negara asal mereka".

"Australia harus fokus pada warga dan penduduknya untuk memastikan bahwa kami dapat memaksimalkan dukungan ekonomi yang kami miliki," kata dia seperti dilaporkan ABC News.

Namun, Morrison menyatakan pengunjung internasional yang memiliki keterampilan dalam menghadapi krisis Covid-19, seperti perawat atau dokter, bisa menjadi pengecualian.

1 dari 1 halaman

500 Ribu Siswa Internasional

Morrison mengatakan masih ada sejumlah orang di negara itu dengan visa pengunjung. Siswa internasional tidak memiliki akses ke pembayaran JobSeeker dari Pemerintah Federal dan harus berurusan dengan krisis Covid-19 tanpa jaring pengaman keuangan yang tersedia untuk banyak warga negara dan penduduk Australia.

Morrison menunjukkan itu adalah persyaratan bagi siswa yang datang ke Australia untuk dapat mendukung diri mereka sendiri dalam 12 bulan pertama studi mereka.

Saat ini, ada lebih dari 500.000 siswa internasional di Australia, banyak di antaranya telah kehilangan pekerjaan selama pandemi.

Kebijakan ini, menurut Judha, telah diteruskan oleh lima perwakilan RI kepada para WNI di Australia, termasuk kepada pemegang visa bekerja dan berlibur (work and holiday visa).

"Perwakilan RI juga sedang mendata WNI yang terdampak Covid-19 di Australia," ujar Judha. [bal]

Baca juga:
Corona dan Hilangnya Saling Sapa di Australia
Peneliti Monash University Temukan Obat Potensial Lawan Covid-19
Permintaan Sepi, Produsen Bir Australia kini Beralih Membuat Hand Sanitizer
Lansia Australia Diminta Isolasi Diri, Area Publik dan Taman Ditutup Mulai Malam Ini
Warga Tak Patuh Jaga Jarak, Australia Umumkan Lockdown karena Pandemi Corona
Santainya Wisatawan Australia Masih Berjemur di Tengah Pandemi Covid-19

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini