Australia boikot misi dagang setelah Bali Nine dipindah ke Cilacap

Rabu, 4 Maret 2015 11:51 Reporter : Ardyan Mohamad
Australia boikot misi dagang setelah Bali Nine dipindah ke Cilacap Terpidana mati Bali Nine dipindah ke Nusakambangan. ©AFP PHOTO/SONNY TUMBELAKA

Merdeka.com - Rombongan dipimpin langsung Menteri Perdagangan Australia Andrew Robb, rencananya hendak ke Indonesia Maret 2015. Lawatan itu dibatalkan setelah Kejaksaan Agung memindahkan duo Bali Nine ke Nusakambangan pagi tadi, Rabu (4/3).

Menteri Luar Negeri Australia Julie Isabel Bishop menyatakan misi dagang itu tidak patut dilanjutkan saat negaranya mengkritik keputusan Indonesia.

"Ini bukan waktu yang tepat bagi Australia untuk melawat ke Indonesia dalam misi dagang yang besar," ujarnya seperti dilansir Sydney Morning Herald.

Dalam beberapa bulan mendatang, dijadwalkan beberapa pertemuan bilateral RI-Australia. Semuanya forum itu ditunda sampai waktu tidak ditentukan, kata Bishop.

Di kesempatan terpisah, Perdana Menteri Tony Abbott menegaskan akan membuat kebijakan balasan pada Indonesia. Tapi serangan balik itu tidak akan terburu-buru diumumkan.

"Kemarahan bukan landasan yang baik dalam merumuskan kebijakan negara," kata Abbott.

Dengan boikot misi dagang ini, Australia secara sadar mengabaikan kelanjutan perdagangan ekspor sapi senilai USD 3 miliar. Tahun lalu saja, Indonesia mengimpor USD 1,2 miliar daging beku serta USD 460 juta sapi anakan dari Negeri Kanguru.

Seakan sudah mendapat sinyal Australia akan memboikot dari sisi perdagangan, sejak awal pekan ini Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi menjajaki kemungkinan kerja sama ekonomi ke Selandia Baru.

Selandia Baru merupakan salah satu negara penghasil produk berbahan dasar susu dan daging global terbesar, dengan hasil produksi sekitar 6,7 juta produk berbahan dasar susu dan sekitar 3,7 juta daging ternak.

Ada kesempatan yang sangat baik bagi perluasan kerjasama di antara Selandia Baru dan Indonesia, termasuk dalam bidang pengembangbiakan ternak. Tahun lalu. nilai perdagangan Selandia Baru dan Indonesia baru senilai USD 1,3 juta.

"Indonesia bisa belajar tentang upaya dalam rangka mewujudkan keberlanjutan produksi daging dan mendukung keamanan pangan" kata Retno.

Sekadar informasi,pesawat baling-baling ATR 72-600 PK EGO milik maskapai Wings Air mengangkut Andrew Chan dan Myuran Sukumaran tiba pukul 08.10 WIB di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap. Dua jet tempur Sukhoi SU-30 dan dua F-16 milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara juga ikut mengawal dua terpidana mati asal Australia itu hingga Cilacap. Belum jelas, kapan keduanya akan ditembak mati. [ard]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini