Australia Ancam Jebloskan ke Penjara dan Denda Bagi Pelancong dari India

Minggu, 2 Mei 2021 11:00 Reporter : Hari Ariyanti
Australia Ancam Jebloskan ke Penjara dan Denda Bagi Pelancong dari India Aktivitas warga Sydney di tengah wabah Covid-19. ©2020 REUTERS/Loren Elliott

Merdeka.com - Orang yang tiba di Australia dari India bisa terancam hukuman lima tahun penjara, saat negara tersebut memperkuat larangan kunjungannya. Hal ini diumumkan pada Sabtu, bertujuan untuk mencegah penyebaran wabah ke wilayahnya.

Dari Senin, setiap pengunjung yang memasuki Australia yang sebelumnya berada di India dalam 14 hari terakhir bisa dikenakan denda dan penjara. Larangan sementara diumumkan sebelumnya pekan ini, yang akan tetap berlaku sampai setidaknya 15 Mei.

Ancaman tersebut muncul setelah para pelancong dengan penerbangan tidak langsung dari India mengungkap celah dalam upaya pemerintah untuk memblokir sementara kedatangan dari negara Asia Selatan tersebut.

“Pemerintah tidak membuat keputusan ini dengan mudah,” kata Menteri Kesehatan Greg Hunt dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Al Arabiya, Minggu (2/5).

“Namun, integritas kesehatan publik dan sistem karantina Australia sangat penting dilindungi, dan jumlah kasus Covid-19 di fasilitas karantina dikurangi ke tingkat yang dapat dikelola.”

Human Rights Watch menilai ancaman penjara ini “keterlaluan”.

“Pemerintah harus mencari cara untuk dengan aman mengkarantina warga Australia yang kembali dari India, alih-alih memfokuskan upaya mereka pada hukuman penjara dan hukuman berat,” kata Direktur Human Rights Watch Australia, Elaine Pearson.

Pada Jumat, kasus harian di India naik menjadi 385.000 - rekor global baru - dengan hampir 3.500 kematian, menurut data resmi pemerintah. Namun para ahli curiga angka sebenarnya jauh lebih besar.

Perdana Menteri Scott Morrison telah menolak seruan penerbangan charter untuk memulangkan ribuan warga - termasuk pemain kriket terkenal - yang terdampar di India.

Australia menutup perbatasan internasionalnya untuk sebagian besar non-warga negara pada Maret 2020, dan mereka yang diizinkan bepergian harus menghabiskan 14 hari karantina di hotel saat mereka kembali.

Negara berpenduduk 25 juta itu telah mencatat kurang dari 30.000 kasus sejak pandemi dimulai dan 910 kematian, tanpa wabah besar sejak tahun lalu dan sebagian besar wilayah di negara itu memberlakukan sedikit pembatasan. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini