Aung San Suu Kyi Muncul Secara Langsung di Pengadilan Pertama Kali Sejak Kudeta

Senin, 24 Mei 2021 17:00 Reporter : Hari Ariyanti
Aung San Suu Kyi Muncul Secara Langsung di Pengadilan Pertama Kali Sejak Kudeta Aung San Suu Kyi berkunjung ke Rakhine. ©2017 REUTERS/Stringer

Merdeka.com - Pemimpin Myanmar yang digulingkan, Aung San Suu Kyi muncul secara langsung di sidang pengadilan pada Senin. Ini merupakan penampilan publik pertama kalinya bagi Suu Kyi sejak pemerintahannya digulingkan oleh militer dalam kudeta 1 Februari lalu. Demikian disampaikan kuasa hukumnya kepada Reuters.

Dilansir Al Arabiya, Senin (24/5), kuasa hukum Suu Kyi, Thae Maung Maung menyampaikan kliennya terlihat dalam keadaan sehat dan melakukan pertemuan tatap muka dengan tim kuasa hukumnya sekitar 30 menit sebelum sidang.

Suu Kyi muncul secara langsung di pengadilan di ibu kota negara, Naypyidaw. Sebelumnya Suu Kyi selalu menghadiri persidangan melalui jaringan video dan tidak diizinkan berbicara dengan kuasa hukumnya.

Suu Kyi (75), peraih Nobel Perdamaian karena perjuangan panjangnya membangun demokrasi di negaranya, merupakan salah satu di antara 4.000 lebih orang yang ditangkap sejak kudeta. Dia menghadapi sejumlah dakwaan, mulai dari kepemilikan ilegal alat komunikasi radio walkie talkie sampai melanggar UU kerahasiaan negara.

Partainya, Liga Nasional untuk Demokrasi atau NLD menang telak dalam Pemilu langsung pada November 2020. Namun militer menuding terjadi kecurangan pemilu dan dijadikan dasar untuk membenarkan kudeta.

Sebelumnya, pemimpin militer Jenderal Min Aung Hlaing mengatakan Suu Kyi dalam keadaan sehat di rumahnya dan akan segera muncul di pengadilan dalam beberapa hari. Hal ini disampaikan Aung Hlaing dalam wawancara pertamanya sejak memimpin kudeta.

“Daw Aung San Suu Kyi dalam keadaan sehat. Dia berada di rumahnya dan sehat. Dia akan menghadapi persidangan di pengadilan dalam beberapa hari,” ujarnya melalui jaringan video dengan lembaga penyiaran Hong Kong berbahasa Mandarin, Phoenix Television pada 20 Mei.

Min Aung Hlaing menekankan tentara menggulingkan kekuasaan karena pihaknya mengindentifikasi kecurangan pemilu yang dimenangkan Suu Kyi, walaupun tuduhan itu dibantah KPU Myanmar. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini