KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Atasi krisis ekonomi, perempuan Inggris donor sel telur

Rabu, 18 Juli 2012 16:16 Reporter : Ardini Maharani
Ilustrasi wanita yang berjuang melawan ketidaksuburan. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Krisis ekonomi Eropa tidak selamanya memunculkan cerita pilu. Bagi perempuan Inggris adanya aturan hukum baru soal jasa donor sel telur malah menjadi tambahan penghasilan lumayan buat waktu singkat.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Rabu (18/7), sel telur perempuan kini dihargai hingga senilai Rp 11 juta di Kota Manchester, Inggris. Aturan baru ini membuat banyak perempuan berbondong-bondong mendonor supaya mendapatkan uang.

Kepala klinik kesuburan di Manchester, Gidon Lieberman, mengatakan baru di masa resesi seperti sekarang jumlah donor sel telur meningkat. Untuk pertama kali pula klinik kesuburan tak harus menunggu pasien donor seperti dulu. "Karena kini kami mempunyai banyak donor sel telur, hal ini tentu luar biasa bagi pasangan membutuhkan," katanya.

Kota Manchester, Inggris, memberlakukan peraturan baru dua bulan lalu memungkinkan perempuan bisa menjual sel telurnya dengan harga mahal. Saking banyaknya, hingga 18 bulan kedepan daftar pendonor sudah penuh.

Nominal kompensasi untuk sel telur selama ini hanya sepertiga dari jumlah sekarang. Namun akhirnya donor ini dihargai lebih mahal mempertimbangkan komitmen, waktu dan ketidaknyamanan perempuan pemberi donor. Usia mereka pun sekarang dibatasi minimal 18 tahun.

Imbas positif dari fenomena ini, pasangan tidak memiliki anak bisa langsung melakukan proses memiliki buah hati karena sel telur sudah siap dibuahi di luar tubuh. Prosesnya dinamakan IVF.

Lieberman menambahkan, peningkatan kompensasi dinilai sudah benar. Dia berharap pendonor terus bertambah bukan karena iming-iming tapi kebutuhan untuk berdonor.

Wanda Georgiades dari CareFertility mengatakan, daftar tunggu pasangan ingin memiliki anak menurun. "Biasanya mereka mau punya anak tapi harus ke luar negeri karena pendonor sangat kurang. Sekarang lebih baik," ujarnya. [fas]

Topik berita Terkait:
  1. Krisis Eropa

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.