Assange bikin Partai WikiLeaks

Kamis, 25 Juli 2013 19:32 Reporter : Vincent Asido Panggabean
Assange bikin Partai WikiLeaks Julian Assange. ©blogspot.com

Merdeka.com - Pendiri WikiLeaks Julian Assange hari ini secara resmi meluncurkan partai politik untuk ikut dalam pemilu Australia pada tahun ini. Dia mengatakan kemenangan dari para kandidatnya akan sama dengan menempatkan jurnalis investigasi terbaik di senat.

Situs asiaone.com melaporkan, Kamis (25/7), Assange, pendiri situs pengungkap rahasia itu, mengatakan Partai WikiLeaks akan mengajukan tujuh calon untuk kursi senat di tiga negara bagian, seperti New South Wales, Victoria, dan Australia Barat.

Meskipun tengah bersembunyi di Kedutaan Besar Ekuador di Ibu Kota London, inggris, selama lebih dari satu tahun, pria 42 tahun itu dikabarkan akan bertarung di Victoria. Dia mengatakan berencana untuk menjadi pemeriksa independen dari aktivitas pemerintah.

"Inti nilai Partai WikiLeaks yang berpegang pada transparansi, akuntabilitas, dan keadilan adalah model perlawanan kami dalam memeriksa beberapa isu penting bagi Australia, seperti reformasi pajak, pencari suaka, kebijakan perubahan iklim, dan lain-lain," kata Assange, dalam sebuah opini di surat kabar the Australian.

Menurut dia, partainya tidak akan menerima legislasi atau kebijakan pemerintah yang berdasarkan pada ketidakakuratan, atau tidak diungkapkan serta informasi yang tidak memadai.

"Dalam cara ini posisi kami akan selalu merefleksikan keadilan, praktik kebijakan pemerintah yang baik, serta melindungi kepentingan untuk semua warga Australia," ujar dia.

Australia akan mengadakan pemungutan suara sebelum akhir November yang akan mempertemukan Perdana Menteri Australia dari Partai Buruh, Kevin Rudd, melawan pemimpin konservatif, Tony Abbott. Namun, dari jejak pendapat menunjukkan Abbott sulit menang.

"Menempatkan WLP (Partai WikiLeaks) di senat sama dengan memilih jurnalis investigasi terbaik di senat Australia," ucap Assange. "Hal inilah yang oleh pemerintah paling ditakuti."

Assange tinggal di dalam Kedutaan Besar Ekuador sejak Juni 2012, setelah dia menentang untuk tidak diekstradisi dari Inggris ke Swedia lantaran pemerintah menudingnya atas dugaan kejahatan seksual. [fas]

Topik berita Terkait:
  1. Julian Assange
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini