ASEAN sulit bersikap soal konflik Laut China Selatan

Kamis, 9 Juni 2016 15:51 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
ASEAN sulit bersikap soal konflik Laut China Selatan Benteng China di Laut China Selatan. ©2015 foreignpolicymag.files.wordpress.com

Merdeka.com - Pertemuan Special ASEAN-China Foreign Minister yang dihelat di Kunming, China pada 13-14 Juni mendatang membahas sengketa Laut China Selatan. Isu ini masuk dalam topik regional yang akan dibicarakan oleh para menteri luar negeri ASEAN dan China.

"Isu regional yang dibahas akan diberi kebebasan untuk meng-arrange isu yang jadi permasalahan bersama," ujar Direktur Mitrawicara Antarkawasan ASEAN Kementerian Luar Negeri Derry Aman, Kamis (9/6).

Derry menyebutkan, ASEAN perlu menyampaikan pandangan di Laut China Selatan atas hasil arbitrase yang diajukan Filipina terhadap China. Menurut dia hal itu penting karena ASEAN sebagai satu organisasi regional yang dominan berhasil di kawasan Asia.

"Indonesia termasuk dalam pandangan anggota ASEAN, dan Indonesia perlu mengeluarkan statement atas kasus ini," urainya.

Bagi pemerintah Indonesia, sebetulnya yang paling ideal adalah setiap pihak bersengketa agar sepenuhnya menjalankan implementasi Declaration of Conduct (DoC), yang kemudian diturunkan di level teknis menjadi Code of Conduct (CoC).

ASEAN kini dihadapkan pada persoalan pelik, saat Filipina secara resmi mengadukan China ke lembaga hukum internasional. Ini adalah konflik hukum pertama antara negara ASEAN dengan China terkait wilayah perairan sengketa. Filipina membawa kasus ini ke badan Arbitrase Internasional di Den Haag, sedangkan China menolak penyelesaian itu. ASEAN sejauh ini belum banyak berkomentar mengenai langkah Filipina.

Menurut Derry, masing-masing negara ASEAN memiliki pandangan tersendiri. Dan untuk mengungkapkan pandangan ini, tidak akan dibicarakan dalam pertemuan khusus menlu di Kunming.

"Makanya harus ada kesepakatan karena tahapan belum dicapai. Tidak akan mungkin pertemuan ASEAN-China di Kunming lakukan statement bersama," lanjut dia.

Meski demikian, sambung Derry, proses untuk mencapai pemahaman bersama kemungkinan antar ASEAN saja.

"Laut China Selatan kan berada di kawasan ASEAN, akan aneh kalau kita tidak memiliki pandangan," tandasnya. [ard]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini