ASEAN berupaya meredam ketegangan terkait Laut China Selatan

Senin, 29 Februari 2016 14:46 Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
ASEAN berupaya meredam ketegangan terkait Laut China Selatan Pertemuan Menlu ASEAN di Laos. ©2016 Merdeka.com/Twitter Kemenlu

Merdeka.com - Sepanjang akhir pekan lalu, para menteri luar negeri anggota ASEAN hadir dalam rapat bersama di Vientiane, Laos. Para Menlu ASEAN secara khusus menyatakan keprihatinan terkait dengan perkembangan di Laut Cina Selatan dan menekankan pentingnya menjaga keamanan, perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, mengatakan sikap untuk meredam ketegangan disetujui oleh semua delegasi. Indonesia berharap negara-negara, termasuk anggota ASEAN, yang terlibat sengketa wilayah di perairan itu agar mengedepankan penyelesaian hukum.

"Isu yang kita minta dikedepankan untuk mengambil dua langkah, yakni melalui positif diplomasi dan menghormati hukum internasional," ujarnya dalam pernyataan tertulis diterima merdeka.com, Senin (29/2).

Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi dalam forum di Laos secara terbuka merasa khawatir melihat perkembangan Laut China Selatan. Beberapa bulan terakhir, aktivitas menjurus militerisasi terjadi di perairan tersebut. China menempatkan rudal dan jet tempur. Sebaliknya, Amerika Serikat, dengan dalih mendukung sekutunya seperti Taiwan, Filipina, dan Jepang, beberapa kali mengirim kapal perang.

Oleh sebab itu, RI berharap semua negara dapat menahan diri, karena stabilitas kawasan akan langsung terganggu jika konflik benar-benar muncul di sekitar wilayah sengketa.

"Intinya isu Laut China Selatan merupakan isu utama untuk menjaga stabilitas keamanan di sana. Isu ini penting, tidak hanya untuk ASEAN tapi negara Asia lainnya,' imbuh jubir akrab disapa Tata itu.

Pekan lalu, Presiden Barack Hussein Obama menolak anggapan bahwa negaranya memiliki agenda memiliterisasi kawasan Laut China Selatan, untuk mengambil hati negara-negara ASEAN yang bersengketa wilayah dengan China.

"Kami tidak ingin berandai-andai berperang dengan China. Faktanya pemerintahan saya membangun hubungan sangat baik dengan pemerintah China," kata Obama.

Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) beberapa kali mengirim kapal perang ke Laut China Selatan, menurut Obama itu merupakan upaya AS menjamin perairan ini bisa dilewati siapapun, seperti termaktub di hukum internasional.

Selain itu, AS risih melihat China memakai pendekatan klasik menakut-nakuti negara lain untuk mempertahankan klaim di perairan kaya SDA tersebut

"Kami tidak menginginkan ada negara melakukan tindakan sepihak, entah itu China atau negara lain, yang mengganggu kelancaran arus pelayaran barang dan jasa yang sangat penting di perairan itu," imbuhnya. [ard]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini