AS tuding Rusia malah serang pemberontak Suriah, bukannya ISIS

Kamis, 8 Oktober 2015 09:08 Reporter : Ardyan Mohamad
AS tuding Rusia malah serang pemberontak Suriah, bukannya ISIS Kapal perang Rusia kirim rudal serang markas ISIS di Suriah. ©2015 REUTERS/Russian Defence Ministry

Merdeka.com - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan operasi militer Rusia di Suriah terbukti lebih banyak bertujuan mengamankan posisi Presiden Basyar al-Assad. Sejak awal Oktober, menurut intelijen AS, lebih dari 90 persen target yang dibom jet tempur Rusia adalah basis kelompok pemberontak Sunni.

Temuan ini berbeda dari janji Presiden Vladimir Putin yang beralasan mengirim alutsista ke Suriah untuk menghancurkan militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Terbukti, kota utama jadi sasaran pengeboman jet Negeri Beruang Merah adalah Homs, Hama, dan Latakia. Di kota-kota itu, pasukan ISIS tidak bercokol.

"Kami mencatat target serangan Rusia sedikit sekali yang terkait dengan fasilitas milik ISIS atau kelompok bersenjata terafiliasi dengan Al Qaidah," kata Juru Bicara Kemlu AS, John Kirby, seperti dilansir Aljazeera, Kamis (8/10).

Amerika Serikat sejak 2012 memberi bantuan senjata dan uang kepada pemberontak Pembebasan Suriah (FSA) dengan agenda mendongkel Assad. Para militan ini sekarang ikut diserang pasukan Rusia. Bagi Negeri Paman Sam, biang kerok utama konflik Suriah adalah Assad yang membunuhi rakyatnya sendiri. Sedangkan ISIS adalah pasukan asing yang baru menguasai wilayah barat daya pada 2014, semata akibat situasi dalam negeri Suriah telah kacau lebih dulu.

Kirby mengatakan manuver Rusia, yang berbohong bahwa tujuan utama mereka terlibat adalah mengalahkan ISIS, akan membuat kondisi Timur Tengah semakin karut marut. "Kebijakan operasi militer ini akan membuat Assad tetap bertahan serta memperburuk konflik sektarian yang sudah melanda Suriah empat tahun terakhir," ujarnya.

Pejabat di Moskow belum berkomentar mengenai tuduhan AS itu. Namun video maupun foto-foto disebar militer Rusia aktif mengabarkan serangan jet tempur Su-24 yang mereka kerahkan ke markas ISIS di Kota Palmyra. Serangan pada Senin (5/10) diklaim menghancurkan 20 kendaraan lapis baja, tiga gudang amunisi serta tiga peluncur roket.

Sementara sejak kemarin malam waktu setempat, serangan roket ke wilayah Suriah turut mulai digelar oleh AL Rusia dari pangkalan Tartus di Laut Kaspia. Empat kapal perang Rusia menembakkan 26 rudal. Menteri Pertahanan Rusia, Segei Shoigu, mengklaim misil itu menyasar markas pejuang ISIS. [ard]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini