AS tolak tarik mundur tentaranya dari Suriah sebelum perundingan PBB

Rabu, 15 November 2017 08:22 Reporter : Pandasurya Wijaya
Tentara oposisi Suriah berhasil rebut Raqqa dari ISIS. ©REUTERS

Merdeka.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis kemarin mengatakan negaranya tidak akan menarik mundur tentara dari Suriah sebelum perundingan di Jenewa, Swiss mencapai kata sepakat.

"Kami tidak akan pergi sekarang sebelum proses di Jenewa tercapai. Itu bukan berarti semua pasukan tetap bertahan atau sebagian pergi," kata Mattis, seperti dilansir laman Fort Russ, Selasa (14/11).

"Saya ingin katakan kami tengah memastikan supaya ada kondisi mendukung solusi diplomatik."

Amerika Serikat dan Rusia sebelumnya mengeluarkan pernyataan bersama tentang konflik di Suriah. Kedua negara sepakat 'tidak ada solusi militer' untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung selama enam tahun itu.

Pernyataan yang disampaikan kedua pihak menyatakan kedua presiden, baik Donald Trump maupun Vladimir Putin sudah membuat kemajuan dalam pembahasan soal Suriah.

AS dan Rusia selama ini mendukung pihak yang bertentangan dalam konflik Suriah.

"Kedua presiden setuju tidak ada solusi militer untuk konflik di Suriah dan kedua pihak memastikan komitmennya untuk menghancurkan ISIS," kata pernyataan bersama AS dan Rusia, seperti dilansir laman the Telegraph, Minggu (12/11).

Dalam pernyataan itu kedua pihak juga sepakat untuk tetap membuka komunikasi untuk menghindari bentrokan di Suriah dan mendesak pihak-pihak bertikai untuk mengikuti perundingan damai dipimpin PBB di Jenewa, Swiss, akhir bulan ini.

Rusia terlibat dalam konflik Suriah sejak September 2015 untuk mendukung Presiden Suriah Basyar al-Assad melawan para pemberontak yang didukung AS.

Rusia belakangan menuding AS hanya berpura-pura memerangi ISIS di Irak dan Suriah. [pan]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.