AS Tangkap Jurnalis Televisi Iran Tanpa Tuduhan Jelas

Kamis, 17 Januari 2019 11:45 Reporter : Hari Ariyanti
AS Tangkap Jurnalis Televisi Iran Tanpa Tuduhan Jelas Ilustrasi borgol. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Otoritas Amerika Serikat (AS) menangkap seorang jurnalis Amerika yang bekerja untuk stasiun televisi Iran, Press TV. Jurnalis bernama Marzieh Hashemi (59) ini ditangkap dengan dakwaan yang belum jelas. Marzieh ditangkap usai mendarat di Bandara Internasional St Louis Lambert pada Minggu lalu. Demikian disampaikan salah seorang penyiar televisi Iran.

Press TV dalam laporannya menyebutkan, sesaat setelah ditangkap, Merzieh dibawa oleh anggota FBI ke ruang tahanan di Washington DC.

"Keluarganya tak bisa menghubunginya, dan dia hanya diizinkan menghubungi anak perempuannya dua hari setelah ditahan," kata penyiar televisi Iran dalam laporannya, seperti dilansir Al Jazeera, Kamis (17/1).

"Hashemi menceritakan anaknya dia diborgol dan dibelenggu dan diperlakukan seperti seorang kriminal," lanjutnya.

Beberapa penjara lokal di sekitar Washington yang menampung narapidana federal mengatakan tak ada Merzieh dalam tahanannya. Pejabat FBI tak dapat dihubungi untuk dimintai komentarnya terkait hal ini.

Merzieh yang memiliki nama lahir Melanie Franklin berada di AS untuk mengunjungi keluarganya. Mualaf ini mengatakan, sebagaimana dikutip penyiar televisi Iran, dia dicegah menjalankan keyakinannya termasuk menggunakan jilbab. Dia juga ditawari daging babi yang dilarang dalam Islam. Makanan yang dia konsumsi selama dua hari hanya sebungkus biskuit. Terkait perlakuan yang diterimanya ini belum bisa diverifikasi.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi menyerukan pembebasan Merzieh sesegera mungkin.

"Kami mengutuk penangkapan ilegal Merzieh Hashemi, reporter dan presenter Press TV, dan perlakuan tak manusiawi yang diterimanya di penjara di Washington," kata Qasemi sebagaimana dikutip kantor berita nasional Iran, IRNA.

Berita penangkapan Merzieh Hashemi ini muncul di tengah memanasnya hubungan AS-Iran. Dalam kunjungannya ke Timur Tengah baru-baru ini, Sekretaris Negara AS, Mike Pompeo mengatakan, AS tengah memperkuat upayanya dalam menekan Iran, atas tuduhan melakukan destabilisasi wilayah.

Pompeo berjanji akan mengusir setiap jejak terakhir Iran di Suriah dan mendesak sekutunya untuk bersatu melawan Iran.

Presiden AS Donald Trump menarik AS dari perjanjian nuklir Iran 2015 tahun lalu dan menerapkan kembali sanksi terhadap Teheran, bahkan ketika mitra lain dalam kesepakatan itu - termasuk Cina, Prancis, Jerman, Rusia dan Inggris - telah berupaya untuk mempertahankannya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini