AS dan Sekutu Siapkan Strategi Hadapi Kemungkinan Rusia Gunakan Senjata Nuklir

Kamis, 29 September 2022 18:29 Reporter : Merdeka
AS dan Sekutu Siapkan Strategi Hadapi Kemungkinan Rusia Gunakan Senjata Nuklir Tank Ukraina. ©ctvnews.ca

Merdeka.com - Beberapa pekan terakhir, Amerika Serikat (AS) dan sekutu Baratnya telah meningkatkan pengumpulan data intelijen dan pengawasan kepada Rusia karena khawatir jika Rusia akan menggunakan nuklirnya melawan Ukraina.

Dikutip dari laman Russia Today, (29/9), situs berita Politico melaporkan negara-negara Barat khawatir kalau mereka “terlambat” mendeteksi Rusia “melepaskan yang tak terpikirkan”, yaitu senjata nuklir.

Peningkatan aktivitas intelijen dilakukan sepekan setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin mengungkap dia akan menggunakan cara apa pun untuk mempertahankan Rusia.

“Jika integritas teritorial bangsa kita terancam, kita pasti akan menggunakan semua cara yang kita miliki untuk membela Rusia dan rakyat kita. Ini bukan gertakan,” jelas Putin.

Alasan Putin mengatakan itu karena dia mendapat laporan beberapa pejabat tinggi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) membenarkan penggunaan senjata nuklir melawan Rusia.

Namun perkataan Putin dianggap media-media dan politisi-politisi Barat sebagai ancaman Rusia untuk menggunakan senjata nuklirnya di tengah konfliknya dengan Ukraina.

“Kami mengawasinya (Rusia) lebih dekat. Akses ke intelijen tentang kekuatan dan strategi nuklir Moskow,” jelas salah seorang pejabat AS kepada Politico.

Pejabat itu juga mengungkap AS dan sekutunya memonitor seluruh pergerakan Rusia lewat udara, luar angkasa, dan dunia maya. Satelit-satelit pun digunakan Barat untuk mengawasi tentara Rusia di Ukraina yang berpotensi menerima perintah serangan nuklir dari Moskow.

Negara-negara Barat juga melirik wilayah Kaliningrad yang diapit Polandia dan Lithuania serta terpisah dari Rusia. Mereka khawatir akan sistem senjata penggunaan ganda dan rudal hipersonik yang ditempatkan di sana.

Namun pejabat itu mengaku negara-negara Barat sulit mengetahui lebih awal jika Rusia akan menggunakan senjata nuklirnya. Badan-badan intelijen Barat juga mengungkap Rusia tidak akan menggunakan senjata nuklirnya karena khawatir memprovokasi perang nuklir dengan NATO.

“Apa yang akan mereka lakukan adalah menggunakan senjata jarak pendek. Mereka memiliki hulu ledak yang kita sebut nuklir mikro,” jelas pejabat itu.

Namun kekhawatiran Barat soal Rusia menggunakan senjata nuklir ditangkal Rusia.

“Kami tidak mengancam siapa pun dengan senjata nuklir,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Ryabkov.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]

Baca juga:
Trump Tawarkan Diri Jadi Ketua Tim Negosiasi Damai Rusia-Ukraina
Kedubes AS di Moskow Minta Warganya Segera Tinggalkan Rusia
Putin Sebut Petani Termasuk yang Ikut Wajib Militer untuk Berperang di Ukraina
Tangis Keluarga Rusia Lepas Orang Terdekat Bertempur Melawan Ukraina
AS Gelontorkan Rp22,7 Triliun per Bulan Untuk Bantu Ukraina
Hindari Perintah Perang, Warga Rusia Ramai-Ramai Kabur ke Georgia
Apa Jadinya Jika Rusia Gunakan Nuklir dalam Perang di Ukraina?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini