AS dan Inggris sebut Rusia ada di balik peracunan mantan mata-mata

Selasa, 13 Maret 2018 12:26 Reporter : Ira Astiana
AS dan Inggris sebut Rusia ada di balik peracunan mantan mata-mata TKP mantan mata-mata Rusia diracun di Inggris. ©REUTERS/Toby Melville

Merdeka.com - Amerika Serikat meyakini bahwa Rusia ada di balik peracunan terhadap mantan mata-matanya di inggris, Sergei Skripal. Skripal saat ini berada dalam kondisi kritis setelah terpapar zat kimia tak teridentifikasi.

"Kami yakin bahwa merekalah (Rusia) yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Dan mereka yang meracuni dan memberi perintah harus menghadapi konsekuensi berat atas perbuatan mereka," kata Tillerson, seperti dikutip Reuters, Selasa (13/3).

Hal serupa juga diyakini oleh pihak Inggris, di mana negara tersebut merupakan tempat mata-mata Rusia diracuni. Hal tersebut diungkapkan oleh Perdana Menteri Theresa May.

"Pemerintah kami telah menyimpulkan bahwa kemungkinan besar Rusia lah yang bertanggung jawab atas peristiwa ini," ungkap May.

May menambahkan bahwa ada dua penjelasan masuk akal atas insiden ini, yakni entah Rusia sengaja melakukan tindakan langsung terhadap negaranya atau pemerintah Rusia kehilangan kendali atas cairan kimia berpotensi membahayakan sehingga bisa jatuh ke tangan yang salah.

Dia pun memberi waktu bagi Rusia sampai besok untuk memberi tanggapan atas pernyataan ini.

"Jika tidak ada juga tanggapan kredibel, maka kami akan menyimpulkan bahwa tindakan ini dianggap sebagai hal ilegal dilakukan Rusia terhadap Inggris Raya. Dan kami tidak akan mentolerir upaya apapun yang membahayakan nyawa warga sipil tak bersalah di tanah kami," tegasnya.

Seperti diketahui, Skripal (66 tahun) ditemukan tak sadarkan diri bersama dengan wanita tak dikenal berusia 33 tahun di sebuah bangku pusat perbelanjaan kota Salisbury, Inggris, Minggu (4/3). Keduanya segera dibawa ke rumah sakit Inggris untuk menerima perawatan intensif.

Menurut laporan Media Inggris, wanita itu adalah anak perempuan Skripal. Polisi mengatakan keduanya tak sadar setelah terpapar zat yang tidak diketahui.

Meski demikian, Rusia tidak tahu informasi tentang Skripal. Mereka juga mengaku tidak tahu siapa pelaku dan apa penyebab terjadinya insiden tersebut.

"Kami mengetahui kejadian tragis tersebut. Tapi kami tidak punya informasi tentang apa penyebabnya, dan siapa orang yang melakukan ini," kata Juru Bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov, kepada wartawan.

Peskov menambahkan bahwa Inggris belum meminta bantuan apapun, setelah polisi menyelidiki Mantan Kolonel Intelijen Militer Rusia tersebut ditemukan tak sadarkan diri di bangku pinggir jalan di Salisbury.

Peskov juga mengatakan bahwa Moskow akan selalu siap bekerja sama untuk melakukan penyelidikan tersebut. [frh]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini