Arab Saudi Tahan Aktivis Perempuan di Sel Isolasi

Rabu, 13 Februari 2019 14:17 Reporter : Hari Ariyanti
Arab Saudi Tahan Aktivis Perempuan di Sel Isolasi Ilustrasi borgol. shutterstock

Merdeka.com - Pihak berwenang Arab Saudi telah memindahkan tahanan aktivis HAM, Nasima Al Sada ke sel isolasi. Nasima ditahan sejak Agustus 2018 karena membela hak asasi manusia dan perempuan di negara kerajaan itu. Sejak saat itu, Nasima menjadi sasaran kampanye kotor media Saudi dengan menuduhnya terlibat spionase.

Demikian diunggah Prisoners of Conscience di Twitter, dilansir dari Middle East Monitor, Rabu (13/2). Prisoners of Conscience, lembaga yang melaporkan tahanan politik di Arab Saudi.

Nasima merupakan salah satu pendiri Pusat Keadilan untuk Hak Asasi Manusia. Dia gagal mendapatkan izin bekerja di Arab Saudi. Dia juga mengampanyekan izin mengemudi bagi perempuan dan beberapa kali dipanggil untuk diinterogasi terkait aktivitasnya.

Pada 2015, bersama aktivis HAM Lojain Al-Hathloul, yang juga ditangkap otoritas Arab Saudi, Nasima terdaftar sebagai kandidat dalam pemilihan kota pertama di mana perempuan diizinkan memilih dan ikut dalam pencalonan. Namun baik Nasima dan Lojain didiskualifikasi.

Beberapa hari lalu, kelompok hak asasi manusia Al-Qst mengatakan, pada Mei 2018, pemerintah Saudi menyerukan penangkapan paling brutal terhadap pembela hak asasi perempuan. Organisasi itu mengatakan para tahanan perempuan dipukuli, dicambuk, dan disetrum, sementara tiga dari mereka menunjukkan tanda-tanda penyiksaan parah dan memar di sekitar mata, gemetar dan kehilangan berat badan.

Menurut kelompok itu, sejumlah aktivis perempuan juga mengalami pelecehan seksual, ditelanjangi dan difoto, sementara setidaknya satu dari mereka menjadi sasaran penyiksaan psikologis dengan mengabarkan anggota keluarga yang bersangkutan telah meninggal. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini