Arab Saudi Ancam Deportasi Pemilik Toko Jika Biarkan Ada Kerumunan Pembeli

Kamis, 21 Mei 2020 16:41 Reporter : Hari Ariyanti
Arab Saudi Ancam Deportasi Pemilik Toko Jika Biarkan Ada Kerumunan Pembeli Toko di Arab Saudi. ©Reuters

Merdeka.com - Penduduk Arab Saudi yang berkerumun di dalam atau di luar toko atau mal akan dideportasi dan dilarang masuk kembali ke negara kerajaan tersebut. Hal ini disampaikan Kementerian Dalam Negeri pada Selasa.

Kementerian mengatakan, hukuman untuk pembeli atau karyawan yang berkerumun di dalam atau di luar toko dalam jumlah melebihi batas kapasitas yang ditetapkan bisa berupa denda sampai deportasi.

Dikutip dari Alarabiya, Kamis (21/5), bagi warga yang melakukan pelanggaran untuk pertama kalinya akan didenda 5.000 riyal atau sekitar Rp19 juta sampai Rp391 juta untuk setiap orang tambahan yang berkerumun dengan jumlah kerumunan melebihi kapasitas yang ditetapkan.

Bagi orang yang melanggar untuk kedua kalinya, akan didenda 10.000 riyal atau sekitar Rp39 juta untuk setiap orang tambahan yang hadir di fasilitas tersebut dengan jumlah orang melebihi batas kapasitas yang ditetapkan.

Bagi orang yang melanggar untuk ketiga kalinya akan dikenai denda berkali-kali lipat, dan penanggung jawab fasilitan tersebut akan dituntun pidana.

"Jika perusahaan swasta mengulangi pelanggaran untuk pertama kalinya, perusahaan itu akan ditutup selama tiga bulan. Jika pelanggaran itu diulang untuk kedua kalinya, akan ditutup selama enam bulan," jelas kementerian tersebut.

"Jika seorang pelanggar adalah penduduk Arab Saudi, dia akan dideportasi dari Kerajaan, dan akan selamanya dilarang masuk kembali setelah hukumannya ditetapkan."

Baca Selanjutnya: Juru bicara keamanan Kementerian Dalam...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini